Banjir Badang Hantam Argentina, 52 Orang Meninggal  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penghuni rumah berdiri di atas rumah mereka yang terendam banjir di Concordia, Argentina (3/12). Hujan deras menyebabkan sungai Uruguay meluap, sehingga ribuan penduduk terpaksa mengungsi. AP/Natacha Pisarenko

    Penghuni rumah berdiri di atas rumah mereka yang terendam banjir di Concordia, Argentina (3/12). Hujan deras menyebabkan sungai Uruguay meluap, sehingga ribuan penduduk terpaksa mengungsi. AP/Natacha Pisarenko

    TEMPO.CO, La Plata - Banjir bandang di Argentina menewaskan sedikitnya 52 orang dan memaksa sekitar 1.500 warga mengungsi ke Kota La Plata, Provinsi Buenos Aires.

    Sejumlah orang, ujar Gubernur Daniel Scioli kepada wartawan, Rabu, 4 April 2013, tenggelam setelah mereka terperangkap di dalam mobilnya atau meniti jalan di jalanan kota ketika air bah menerjang pada Selasa malam waktu setempat, 3 April 2013.

    Akibat hantaman banjir, enam orang dikabarkan tewas saat itu juga di Buenos Aires, berjarak 60 kilometer sebelah barat laut La Plata. Banyak orang naik ke atap rumah di tengah hujan lebat disertai badai. Air terus masuk ke dalam rumah melalui saluran air di dapur dan lantai kamar mandi serta jendela rumah.

    "Hujan lebat turun pada petang hari dan menimbulkan banjir," kata Augustina Garcia Orsi, mahasiswa berusia 25 tahun. "Saya panik. Dalam dua detik air sudah sampai ke lutut. Air datang dari saluran dan aku tak bisa melakukan apa-apa," ujarnya.

    Media setempat melaporkan, curah hujan mencapai 300-400 milimeter dalam waktu dua jam menyebabkan banjir di La Plata dan daerah sekitarnya. Presiden Cristina Kirchner semasa anak-anak tumbuh di La Plata bersama ibunya, Ofella Wilhem yang kini masih tinggal di sana di sebuah rumah berlantai dua.

    "Di rumah ibu tak ada listrik dan gas, tetapi beliau tidak ingin meninggalkan rumah sebab air sudah di depan pintu dan takut terjadi hujan lebat lagi," kata Kirchner kepada wartawan.

    Otoritas Argentina mengatakan, sekitar 2.500 orang belum bisa kembali ke rumahnya, mereka masih menunggu banjir surut dan berada di tempat penampungan sementara.

    AL JAZEERA | CHOIRUL

    Baca juga
    Video Polantas-Bule 'Damai' Beredar di Youtube 

    Wawancara Abraham Samad, Janji Lebih Galak

    Pembocor Sprindik Anas Sekretaris Ketua KPK 

    Kejanggalan Video Damai 'Polisi'-Bule di Youtube 

    Video Youtube: 'Damai', 'Polisi' Traktir Bule Bir 

    Topik terhangat:

    Partai Demokrat
     | Agus Martowardojo | Serangan Penjara Sleman |Harta Djoko Susilo | Nasib Anas


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.