Domba Gantikan Mesin Pemotong Rumput di Paris  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • sxc

    sxc

    TEMPO.CO, Paris - Empat domba hitam kecil dari sebuah pedesaan Prancis meninggalkan kompleks peternakan mereka dan memulai "karier" baru di jantung mode dunia Paris sebagai pemotong rumput. Sebagai bagian dari kampanye ramah lingkungan, domba ini akan diuji coba untuk menggantikan mesin pemotong rumput di distrik yang dihuni kelas pekerja di timur laut Paris.

    Sekitar April hingga Oktober, mereka akan merumput di taman seukuran delapan lapangan tenis. Sore hari, mereka akan dikandangkan di sebuah peternakan di pinggiran Paris, Ferme de Paris.

    Pertimbangan untuk mempekerjakan domba tak sekadar demi menggantikan mesin dan bahan kimia pengendali rumput liar. Juga demi menciptakan ekosistem baru yang lama hilang. "Bila Anda menggunakan hewan, kotoran akan menarik serangga, dan serangga akan membawa burung untuk datang," kata Direktur Eco Terra, Alain Divo. Perusahaan ini yang merencanakan dan mengatur proyek ramah lingkungan di daerah perkotaan Prancis.

    Menurut penjaga domba, Marcel Collet, program ini kemungkinan akan berjalan dengan baik karena domba-domba ini mulai terbiasa dengan tugas mereka. "Fakta bahwa mereka langsung merumput berarti bahwa mereka terbiasa dengan sangat cepat," katanya.

    Collet mengatakan, program yang disebut sebagai eco-pasture ini telah ada di Prancis selama sekitar 10 tahun, tapi benar-benar mulai berkembang dalam tiga tahun terakhir. Di Paris, ini adalah proyek perdana.

    ABS-CBN | TRIP B

    Topik Terhangat:
    EDISI KHUSUS Guru Spiritual Selebritas || Serangan Penjara Sleman || Harta Djoko Susilo|| Nasib Anas

    Baca juga:
    Pembocor Sprindik Anas Sekretaris Ketua KPK

    Wawancara Abraham Samad, Janji Lebih Galak

    Anis Matta: Cita-cita PKS Sama dengan Walisongo



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.