Flu Burung, Shanghai Perketat Pengawasan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Beaware.gc.ca

    Beaware.gc.ca

    TEMPO.CO, SHANGHAI—Pemerintah Kota Shanghai, Cina mulai meningkatkan pengawasan di seluruh rumah sakit sejak terungkapnya dua kasus kematian akibat fu burung akhir pekan lalu. Pengawasan terutama dilakukan pada kasus-kasus pasien rumah sakit yang mengalami masalah pernafasan. 

    Seperti dilansir harian Shanghai Daily Senin 1 April 2013, badan kesehatan Shanghai tengah menyelidiki bagaimana pria berusia 87 dan 27 tahun tewas akibat virus flu burung dari strain yang belum pernah bermutasi ke manusia, H7N9. Kementerian Kesehatan Cina mengungkapkan korban berusia 27 tahun itu berprofesi sebagai tukang jagal dan penjual daging. 

    Hingga berita ini diturunkan belum ada satupun kerabat kedua korban yang terjangkit oleh virus H7N9. Namun dua putra lelaki korban 87 tahun itu sempat mengidap penyakit ini, salah satunya dalam kondisi kritis.

    Kasus lain terjadi di Provinsi Anhui dekat Shanghai. Seorang perempuan berusia 35 tahun dilaporkan dalam kondisi kritis akibat penyakit yang sama. Sebelum sakit, perempuan ini sempat melakukan kontak dengan unggas.

    Kasus kematian kedua orang tersebut akibat flu burung menyebabkan warga Shanghai marah. Sebab, pemerintah baru mengumumkan penyebab kematian mereka setelah tiga pekan. “Memperlambat informasi berarti bermain-main dengan nyawa orang banyak,” kata Fenhu Kuaidi, seorang warga melalui akun jejaring sosial.

    Pemerintah beralasan dibutuhkan waktu agak lama untuk memastikan jenis strain yang merenggut nyawa kedua korban.

    Walaupun belum ada laporan kematian lain, wilayah-wilayah tetangga China seperti Taiwan meningkatkan kewaspadaan. Otoritas Taiwan hanya mengizinkan penumpang asal Cina daratan, Hong Kong dan Macau dengan suhu tubuh normal yang boleh masuk ke wilayah tersebut. Tahun lalu, sebanyak 2,6 juta warga Cina berkunjung ke Taiwan.

    Pusat Pengendalian Penyakit Menular Taiwan juga mewajibkan warga yang bepergian ke Cina selama 10 hari lebih untuk memeriksakan kesehatan ke rumah sakit terdekat.

    Langkah ini juga diterapkan Hong Kong. “Kami akan melakukan pengawasan lebih ketat di pusat kesehatan bandara dan pelabuhan setelah terungkapnya kasus tersebut,” ujar juru bicara Pusat Perlindungan Kesehatan Hong Kong.

    Badan Dunia untuk Kesehatan (WHO) melaporkan kasus kematian akibat flu burung dari strain H5N1 menembus angka 360 orang di seluruh dunia sejak 2003 hingga 12 Maret lalu. Cina melaporkan dua kasus kematian flu burung pada Februari lalu. Negara ini menjadi salah satu daerah berisiko flu burung karena populasi unggas terbesar di dunia. Selain itu, unggas dipelihara dekat dengan manusia.

    L CHANNEL NEWS ASIA | BBC | ASIAONE | SITA PLANASARI AQUADINI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.