Paus 'Tabrak' Tradisi, Cuci Kaki Napi Perempuan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Paus Fransiskus mencium kaki seorang narapidana di penjara remaja di Casal del Marmo, Roma, Italia, Kamis (28/3). Paus membasuh kaki belasa narapidana di penjara remaja ini dalam ritual Kamis Suci yang sudah ia rayakan sejak ia masih menjadi uskup agung hingga sekarang ia menjadi paus. AP/L'Osservatore Romano, ho

    Paus Fransiskus mencium kaki seorang narapidana di penjara remaja di Casal del Marmo, Roma, Italia, Kamis (28/3). Paus membasuh kaki belasa narapidana di penjara remaja ini dalam ritual Kamis Suci yang sudah ia rayakan sejak ia masih menjadi uskup agung hingga sekarang ia menjadi paus. AP/L'Osservatore Romano, ho

    TEMPO.CO, Roma - Paus Fransiskus mencuci dan mencium kaki selusin tahanan, termasuk dua perempuan muda, di sebuah pusat penahanan remaja. Langkah ini cukup mengejutkan, karena aturan gereja membatasi ritual Kamis Putih hanya untuk laki-laki.

    Misa diadakan di penjara Casal del Marmo di Roma, di mana 46 pria dan wanita muda saat ini ditahan. Banyak dari mereka adalah kaum Gipsi atau migran Afrika Utara. Di antara 12 tahanan yang dipilih untuk ritual cuci kaki ini adalah tahanan beragama Ortodoks dan Islam.

    Karena sebagian besar narapidana adalah anak di bawah umur--penjara ini untuk tahanan berusia 14 sampai 21 tahun-Departemen Kehakiman Italia membatasi media untuk meliput acara ini. Tapi Radio Vatikan menyiarkan secara langsung misa itu.

    Dalam kotbahnya, Fransiskus mengatakan kepada tahanan bahwa Yesus membasuh kaki para murid-Nya pada malam penyaliban-Nya dengan penuh kasih sayang. "Ini adalah sebuah simbol, itu adalah tanda--membasuh kaki Anda berarti saya siap melayani Anda," kata Fransiskus kepada mereka. Ini adalah apa yang saya lakukan. Dan saya melakukannya dengan hati saya. Sebagai seorang imam dan uskup saya harus siap melayani Anda. "

    Vatikan merilis video menunjukkan Fransiskus mencuci kaki berkulit hitam, kaki berkulit putih, kaki perempuan, dan bahkan kaki dengan tato. Ia berlutut sementara para tahanan duduk di kursi. Fransiskus menuangkan air dari cawan perak di atas kaki masing-masing, mengeringkannya dengan handuk katun sederhana, dan kemudian membungkuk untuk menciumnya.

    Sebanyak 12 tahanan dipilih sebagai simbol 12 rasul yang kakinya dicuci Yesus selama Perjamuan Terakhir sebelum penyalibannya.

    Juru bicara Vatikan, Federico Lombardi, mengatakan dia tidak ingin masuk ke dalam sengketa kanonik atas pembasuhan kaki dua tahanan wanita yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Selama Perjamuan Terakhir, Kristus membasuh kaki 12 rasul, yang semuanya adalah laki-laki. Para tahanan ini, katanya, adalah anak-anak.

    James Martin, seorang imam Yesuit dan penulis The Jesuit Guide membenarkan di beberapa keuskupan, tak ada tradisi membasuh kaki tahanan perempuan. Namun, Fransiskus mendombrak tradisi untuk menunjukkan ajaran Kristus yang hakiki. "Ini menunjukkan cinta Kristus melayani semua yang ia temui: pria atau wanita, budak atau orang merdeka, Yahudi atau bukan Yahudi," katanya.

    Setelah misa, Francis memberi setiap narapidana telur Paskah. Sebagai gantinya, ia diberi hadiah salib kayu dan kneeler, bangku kecil untuk berdoa, yang dibuat di bengkel mereka.

    AP | TRIP B


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?