Diprotes, Bagian Tembok Berlin Tetap Dibongkar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Susilo Bambang Yudhoyono  berjalan usai meletakkan Karangan Bunga di Neue Wache Berlin, Jerman, Senin (4/3). Di Gerbang Utara Schloss Bellevue, Presiden SBY dan Ibu Ani langsung disambut Presiden Gauck dan Nyonya Schadt di depan tangga utama, dan kemudian berfoto bersama. ANTARA/Setpres-Abror

    Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berjalan usai meletakkan Karangan Bunga di Neue Wache Berlin, Jerman, Senin (4/3). Di Gerbang Utara Schloss Bellevue, Presiden SBY dan Ibu Ani langsung disambut Presiden Gauck dan Nyonya Schadt di depan tangga utama, dan kemudian berfoto bersama. ANTARA/Setpres-Abror

    TEMPO.CO, Berlin - Perusahaan properti Jerman yang sedang berkembang terus membongkar sebagian dari bentangan situs bersejarah Tembok Berlin meski menghadapi protes dari kelompok masyarakat. Pembongkaran empat segmen tembok yang berada di Galeri Sisi Timur itu, Rabu 27 Maret 2013, untuk membuka akses ke lokasi pembangunan sebuah flat.

    Proyek pembangunan flat yang berada di tepi Sungai Spree ini menyulut kemarahan kelompok warga, yang mengatakan tembok tersebut adalah simbol kebebasan. Galeri Sisi Timur adalah bentangan terpanjang dari sisa tembok Berlin. Panjangnya sekitar 1,3 kilometer.

    Pekerja berusaha melakukan pembongkaran pada 1 Maret, tetapi dipaksa untuk menghentikan rencana mereka ketika para demonstran yang marah memblokir jalan mereka. Namun bagian kecil lainnya dari tembok itu sudah berhasil dibongkar.

    Menurut juru bicara polisi Volker Alexander Toennies, pada Rabu pukul 05:00 itu, pekerja menurunkan empat potongan tembok berukuran sekitar 1.2 meter untuk membuat pintu gerbang menuju lokasi pembangunan flat. Polisi berjada di sana saat pembongkaran berlangsung.

    "Kami di sini di satu sisi untuk memungkinkan (pekerja) melanjutkan pekerjaan konstruksi, dan di sisi lain kita menyambut orang-orang yang ingin memprotes pembongkaran ini dan akhirnya memungkinkan mereka untuk menggelar protes mereka," kata Toennies.

    Tembok yang dibongkar ini menjadi salah satu tempat di Berlin yang paling dikunjungi di awal 1990-an setelah seniman internasional mengecat permukaannya dengan sejumlah lukisan dan ilustrasi. Salah satunya adalah lukisan pemimpin Uni Sovyet (kini Russia) dan Jerman Timur yang terkunci dalam aksi ciuman.

    Tidak ada insiden selama protes itu, tapi jumlah pengunjuk rasa yang memprotes proyek itu terus bertambah. Secara keseluruhan, akan ada 22 meter tembok Berlin yang akan dibongkar untuk kepentingan pembangunan flat itu. Pengembang berjanji akan melakukan pemulihan. "Segmen yang hilang akan diganti setelah pekerjaan konstruksi selesai," Maik Uwe Hinkel, investor yang membangun flat.

    Pembangunan flat ini menyebabkan sakit kepala semua pihak yang terlibat. Galeri Sisi Timur sebenarnya berada di bawah kewenangan distrik Friedrichshain-Kreuzberg, yang memberikan lampu hijau untuk pembangunan flat. Namun, kontroversi publik atas kasus ini memaksa Wali Kota Berlin Klaus Wowereit, yang juga pengkritik proyek itu, untuk terlibat dalam negosiasi dan mengusulkan alternatif selain pembongkaran tembok.

    Pada Selasa malam, 26 Maret 2013, terjadi pembicaraan antara Wowereit, pemerintah distrik, dan pengembang yang membangun flat. Sejumlah media melaporkan, pertemuan itu gagal menemukan kesepakatan.

    BBC | Abdul Manan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.