Aynaw, Miss Israel di Jamuan Makan Malam Presiden  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kontestan pemilihan

    Kontestan pemilihan "Miss Spain 2009" berjalan di Isla Mujeres, Meksiko, (16/07) WIB. Pemilihan untuk tahun ini berlangsung di Meksiko. Foto: AP Photo/Israel Leal

    TEMPO.CO, Tel Aviv - Publik Israel mendapatkan kejutan. Bukan oleh genderang perang, melainkan sebuah kabar bahwa Ratu Kecantikan Israel, seorang imigran berkulit hitam asal Ethiopia, diundang makan malam bersama Presiden Barack Obama.

    Miss Israel itu adalah Yityish Aynaw. Ketika tiba di Israel, usianya baru menginjak 12 tahun. Saat itu dia bernasib yatim piatu. Namun, setelah tumbuh remaja, ia mengikuti berbagai kegiatan di negeri barunya, antara lain kontes perempuan ayu hingga menyabet gelar Ratu Kecantikan.

    Kali ini, gadis berkulit gelap itu membuat publik Negeri Yahudi melongo karena berada di tengah-tengah dua presiden, yakni Israel dan Amerika Serikat, untuk menghadiri undangan jamuan makan malam. Ini sebuah peristiwa yang jauh dari pikirannya bila masih berada di tanah kelahirannya, Ethiopia.

    Aynaw tak memiliki orang tua menyusul kematian ibu dan bapaknya sehingga ia dibesarkan oleh kakek neneknya di tengah ribuan warga Yahudi Ethiopia di Israel setelah dia diambil dari Addis Ababa bersama kakak laki-lakinya.

    Di negeri asing itu, mereka terpaksa harus belajar bahasa Ibrani dari awal secara otodidak. "Itu tidak mudah sebab saya tak dapat berbicara dengan bahasa (Ibrani) dan saya masuk ke dalam kelas tanpa bantuan siapa pun," kata gadis berusia 21 tahun itu kepada BBC World News.

    "Ini bahasa baru dan saya menghadapi budaya baru pula. Diam-diam seringkali anak-anak menertawai saya," ujar Aynaw.

    Namun demikian, Aynaw berhasil sukses menyesuaikan diri dengan negara baru (Israel). "Saya merasa bertanggung jawab untuk membuktikan diri bahwa saya sanggup melakukan apa pun yang ingin saya kerjakan dan menggembangkan diri dengan baik," ujarnya.

    Usai pulang sekolah, seperti dialami warga Israel lainnya, dia harus mengikuti program wajib militer. Selanjutnya, dia menjadi anggota militer selama tiga tahun yang berakhir pada September tahun lalu. Sebelum dinobatkan sebagai Miss Israel pada 27 Februari 2013, dia adalah seorang manajer sebuah toko sepatu di Netanya.

    "Bagi masyarakat dari negeri asal saya, kemenangan sebagai Miss Israel menjadi sumber kebangaan," ujarnya dalam pidato kemenangan. Dia melanjutkan, "Saya berharap kemenangan ini akan membuat publik Israel bersedia menerima kehadiran siapa pun."

    BBC | CHOIRUL

    Topik Terhangat: Krisis Bawang || Hercules Rozario || Harta Djoko Susilo || Nasib Anas

    Baca juga:
    Ahmadinejad Nyaris Tertembak Pengawal Presiden AS

    Iran Akan Hancurkan Tel Aviv Jika Diserang Israel

    Venezuela Tutup Saluran Komunikasi dengan AS

    Kehadiran Obama di Ramallah 'Disambut' Roket Hamas


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.