Khamenei Siap Bicara Soal Nuklir dengan Amerika  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ayatollah Ali Khamenei. AP/Office of the Iranian Supreme Leader

    Ayatollah Ali Khamenei. AP/Office of the Iranian Supreme Leader

    TEMPO.CO, Teheran - Pemimpin Agung Iran mengatakan bahwa dirinya bersedia melakukan pembicaraan langsung dengan Amerika Serikat guna memecahkan kembali kebuntuan program nuklir. Namun, dia pesimistis bakal ada perkembangan.

    Ayatullah Ali Khamenei, Kamis, 21 Maret 2013, menerangkan bahwa pembicaraan bakal tidak menghasilkan apa-apa, kecuali Amerika Serikat tidak menjatuhkan sanksi kepada Republik Islam Iran.

    "Kesiapan pembicaraan bilateral dengan Iran adalah sebuah taktik Amerika Serikat untuk mengelabui publik dan memaksakan kehendaknya terhadapTeheran," kata Khamenei dalam pidato di televisi dari kota suci Mashhad saat menghadiri perayaan Tahun Baru Iran.

    Dia mengatakan, segala masalah dapat dipecahkan asalkan Washingto--yang tidak memiliki hubungan diplomatik sejak pecah revolusi 1979--bersedia menghentikan sanksi, merugikan ekonomi Iran, dan tidak melakukan aksi di wilayah Iran.

    Khamenei melanjutkan, Iran memiliki hak sepenuhnya guna melakukan pengayaan uranium demi kepentingan energi nuklir yang harus diakui dunia. Iran pernah melakukan pembicaraan soal nuklir dengan enam kekuatan dunia, yakni Amerika Serikat, Cina, Rusia, Inggris, Prancis, dan Jerman. Barat yakin Iran telah menyembunyikan program nuklir dari penyelidikan PBB. Namun, tuduhan tersebut ditolak Iran.

    AL JAZEERA | CHOIRUL

    Berita terpopuler lainnya:
    Mengapa Ibas Laporkan Yulianis ke Polisi

    Enam Pernyataan Soal Ibas dan Yulianis

    Ibas Siap Diperiksa, Ini Jawaban KPK

    Daftar Pasal Kontroversial di Rancangan KUHP

    Rahasia Model Brasil Langsing Usai Melahirkan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fakta-fakta Pelantikan Jokowi - Ma'ruf, Dihadiri Prabowo - Sandi

    Selain beberapa wakil dari berbagai negara, pelantikan Jokowi - Ma'ruf ini dihadiri oleh Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.