Suriah Minta PBB Selidiki Penggunaan Senjata Kimia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang tentara pembebasan Suriah membawa peluncur roket melewati reruntuhan bangunan di Kota Homs, Suriah (30/1). REUTERS/Yazan Homsy

    Seorang tentara pembebasan Suriah membawa peluncur roket melewati reruntuhan bangunan di Kota Homs, Suriah (30/1). REUTERS/Yazan Homsy

    TEMPO.CO, New York - Pemerintah Suriah meminta Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon, Rabu 20 Maret 2013, untuk memulai investigasi secara independen atas serangan senjata kimia yang diduga dilakukan oleh "kelompok teroris" di dekat kota utara Aleppo. Soal ini disampaikan Duta Besar Suriah Bashar Ja 'afari di markas besar PBB di New York, Amerika Serikat.

    "Pemerintah Suriah telah meminta Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk membentuk tim khusus, yang independen dan netral untuk menyelidiki penggunaan senjata kimia oleh kelompok teroris yang beroperasi di Suriah terhadap warga sipil kemarin," kata Ja'afari kepada wartawan.

    Pemerintah Suriah dan kelompok pemberontak saling menuduh sebagai pihak yang meluncurkan serangan menggunakan senjata kimia mematikan, Selasa 19 Maret 2013. Namun pejabat Amerika Serikat dan Eropa mengatakan, tidak ada bukti yang menunjukkan ada serangan menggunakan senjata kimia seperti itu.

    Jika penggunaan senjata kimia tersebut terkonfirmasi, ini menjadi yang pertama senjata tersebut digunakan dalam konflik di Suriah yang sudah berlangsung dua tahun, menyebabkan puluhan ribu orang mati dan sekitar 1 juta orang mengungsi ke luar negeri.

    Reuters | Abdul Manan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.