Antara Sepatu Bata, Bir Pilsener dan Robot  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • thesmartlocal.com

    thesmartlocal.com

    TEMPO.COJakarta – Ada kesamaan antara tiga hal ini, sepatu Bata, robot dan bir pilsener. Semuanya berasal dari Republik Ceko.  Bata adalah salah seorang pengusaha sepatu asal negeri itu yang membuka pabrik sepatu kecil-kecilan sekitar tahun 1912. Tomas Bata, nama pengusaha itu kemudian melebarkan sayapnya ke Indonesia tahun 1930.

    “Tapi jarang Indonesia tahu bahwa Bata adalah nama Ceko,” kata Duta Besar Ceko, Tomas Smetanka dalam acara peluncuran program kekhususan negara-negara Visegard atau Eropa Tengah, Pusat Kajian Eropa, Universitas Indonesia di Wisma Antara, Selasa 19 Maret 2013.

    Hal lainnya adalah bir Pilsener. Nama itu berasal dari sebuah kota asal bir, Pilsen, sekitar 900 kilometer dari Praha, Ibukota Ceko.  “Resep bir Pilsener kemudian banyak dibuat di berbagai negara, termasuk Bintang di Indonesia,” kata Smetanka.

    Sedangkan robot, merupakan kata dalam bahasa Ceko yang berarti ‘pekerja’.   Kata tersebut pertama kali dipopulerkan oleh seorang penulis  drama Ceko, tahun 1930-an. Dalam sebuah drama yang menggambarkan  seorang tokoh artifisial yang diberi nama “Robot”.

    Menurut Tomas, tahun 1960-an  sekitar 100 ribu rakyat Indonesia belajar ke Cekoslovakia. Negara yang kini menjadi Ceko dan Slovakia. Meski demikian, masih banyak orang Indonesia menyebutnya sebagai duta besar Cekoslovakia. “Belum banyak juga yang tahu bahwa sekarang itu adalah dua negara yang bertetangga,” katanya.

    Meski kini pemerintahnya tidak lagi memberikan beasiswa, Dubes Smetanka mengharapkan akan peningkatan kunjungan pebisnis dan wisatawan kedua negara.

    NATALIA SANTI

    Berita Terpopuler:
    Inilah Pertemuan yang Menjerat Politikus Golkar

    Rahmad Darmawan Umumkan 28 Pemain Timnas 

    Berkas `Kebun Binatang` Djoko Susilo Hilang 

    `Kebun Binatang` Djoko Susilo Diserbu Warga Lokal

    KUHP Baru, Lajang Berzina Kena 5 Tahun Penjara  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.