Sandera Prancis di Mali Dipancung  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah tentara Prancis dengan sebuah tank Sagaie di pos observasi di luar Sevare, 620 km utara Bamako, Mali, Kamis (24/1). AP/Jerome Delay

    Sejumlah tentara Prancis dengan sebuah tank Sagaie di pos observasi di luar Sevare, 620 km utara Bamako, Mali, Kamis (24/1). AP/Jerome Delay

    TEMPO.CO, Paris - Salah seorang sandera asal Prancis telah dieksekusi di Mali. Demikian bunyi pernyataan seorang pria yang mengaku juru bicara untuk al-Qaeda Afrika Utara (AQIM) kepada kantor berita Mauritania, Agence Nouakchott d'Information (ANI).

    Menanggapi keterangan tersebut, juru bicara kantor Kementerian Luar Negeri Prancis, Selasa, 19 Maret 2013 mengatakan mereka sedang mencoba memferivikasi laporan pembunuhan terhadap Phillippe Verdon yang diculik pada November 2011.

    "Saat ini, kami belum tahu apakah peristiwa itu benar terjadi," katanya.

    Seperti dilaporkan ANI yang memiliki kedekatan dengan pemberontak, komandan penyandera mengatakan bahwa mereka telah memancung kepala Phillippe Verdon pada 10 Maret 2013. Menurut mereka, "Prancis harus bertanggung jawab atas intervensinya di Mali Utara," tulis ANI.

    Prancis mengirimkan bala tentaranya ke Mali, 9 Januari 2013, setelah militan al-Qaeda mengancam bakal menguasai ibu kota Mali. Dalam beberapa pekan ini, pasukan Prancis bertempur dengan sejumlah militan di daerah terpencil pegunungan Ifoghas, sebelah utara Mali.

    Verdon dan rekan bisnisnya, Serge Lazarevic, diculik di kota Mali Utara, Hombori, pada November 2011. Kedatangan dua pengusaha ke Mali ini untuk perjalanan bisnis. Ketika tiba di hotel tempat mereka menginap, keduanya langsung digelandang oleh sejumlah pria bersenjata. Namun, Kementerian Luar Negeri Prancis menolak berkomentar.

    AQIM mengaku berada di balik penculikan tersebut dan mempublikasikan foto kedua yang sandera yang sedang dikelilingi sejumlah pria bersenjata.

    Selain Verdon, total jumlah warga Prancis yang disandera oleh kelompok militan Islam Afrika mencapai 14 orang. Enam di antaranya ditahan di Mali. Mereka termasuk empat yang diculik oleh AQIM di ladang uranium di utara Niger pada 2010.

    AL JAZEERA | BBC | CHOIRUL

    Berita Terpopuler:
    Ini Orang-orang Kepercayaan Djoko Susilo 

    Kapolri Perintahkan Korlantas Kurangi Tilang

    Rahmad Darmawan Umumkan 28 Pemain Timnas 

    Inilah Pertemuan yang Menjerat Politikus Golkar

    Berkas `Kebun Binatang` Djoko Susilo Hilang 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.