Lebanon Kritik Serangan Udara Suriah di Perbatasan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tentara Libanon membersihkan puing-puing di sebuah pos pemeriksaan yang rusak setelah tembak-menembak antara pasukan Israel dan Libanon di sepanjang perbatasan di Adaisseh, Lebanon, Selasa (3/8). AP/ Mohammed Zaatari

    Tentara Libanon membersihkan puing-puing di sebuah pos pemeriksaan yang rusak setelah tembak-menembak antara pasukan Israel dan Libanon di sepanjang perbatasan di Adaisseh, Lebanon, Selasa (3/8). AP/ Mohammed Zaatari

    TEMPO.CO, Beirut - Presiden Libanon Michel Suleiman, Selasa 19 Maret 2013 mengkritik serangan udara Suriah di perbatasan kedua negara di sisi Lebanon. Ia menyebutnya sebagai "pelanggaran yang tidak dapat diterima" terhadap kedaulatan Libanon.

    Jet Angkatan Udara Suriah menembakkan empat roket di bagian terpencil di perbatasan dengan Libanon, Senin 18 Maret 2013. Empat hari sebelumnya, Damaskus telah memperingatkan kemungkinan serangan terhadap pemberontak Suriah yang berlindung di seluruh perbatasan kedua negara.

    Kementerian Luar Negeri Suriah menanggapi kritik Suleiman ini dalam sebuah pernyataan yang dibacakan di televisi Suriah, Selasa 19 Mret 2013. "Suriah menekankan penghormatannya terhadap kedaulatan Libanon dan dukungan untuk keamanan dan stabilitas negara itu," kata pernyataan itu.

    Libanon, yang memiliki perang sipilnya sendiri sejak 1975-1990, telah mempertahankan kebijakan "pemisahan" dari konflik di Suriah yang sudah berlangsung dua tahun. Tapi Suleiman sebelumnya mengkritik Damaskus ketika bentrokan mematikan di negara itu telah menyeberangi perbatasan dua negara.

    Sejumlah pejabat Libanon mengatakan, mereka merasa negara kecil mereka semakin berisiko terseret ke perang saudara Suriah, yang menurut taksiran PBB telah menewaskan 70.000 orang dan sekitar 1 juta orang mengungsi ke negara tetangganya.

    Reuters | Abdul Manan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.