Ghassan Hitto Jadi Perdana Menteri Oposisi Suriah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pertemuan pemimpin oposisi Suriah di Doha, Qatar, Minggu (4/11). AP/Osama Faisal

    Pertemuan pemimpin oposisi Suriah di Doha, Qatar, Minggu (4/11). AP/Osama Faisal

    TEMPO.CO, Istanbul - Koalisi Nasional, kelompok oposisi Suriah, memilih Ghassan Hitto, seorang eksekutif komunikasi yang tinggal di Amerika Serikat selama beberapa dekade, sebagai perdana menteri di kawasan yang dikuasai pemberontak.

    Hitto memenangi pemungutan suara dalam sebuah pemilihan yang diselenggarakan Koalisi Nasional di Istanbul, Turki, dengan mengantongi 35 suara dari 48 pemilih. Hal tersebut disampaikan anggota Koalisi, Hisham Marwa, Selasa dinihari waktu setempat, 19 Maret 2013, kepada para wartawan usai pemilihan.

    Pemungutan suara berlangsung setelah sekitar 14 jam terjadi kebuntuan di antara 63 anggota Koalisi. Hitto dimajukan sebagai calon demi menjembatani kepentingan kelompok Islam dan liberal.

    Sementara itu, anggota Koalisi lainnya dalam pemilihan itu menarik diri dari proses pemilihan. Hal ini menunjukkan telah terjadi perpecahan di antara kelompok oposisi.

    Ketika pemilihan benar-benar dilaksanakan di aula konferensi, kotak suara dibuat secara transparan sehingga semua peserta bisa melihatnya. "Ini (pemilian) benar-benar demokratis," kata pemimpin Koalisi, Mouaz al-Khatib.

    Hitto tiba di aula konferensi beberapa menit saat perhitungan suara dan bertemu dengan para hadirin. Selanjutnya ia bersalaman dengan para anggota Koalisi lainnya.

    "Saya ucapkan banyak terima kasih kepada para pahlawan dan kaum revolusioner Suriah. Kami bersama kalian," ucap Hitto. Saat ditanya wartawan, apa prioritas pertama dalam pemerintahan sementaranya, dia mengatakan, "Kami akan membicarakan hal itu besok."

    AL JAZEERA | CHOIRUL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.