Soal Malvinas, Argentina Minta Intervensi Paus  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Paus Fransiskus I dan presiden Argentina, Kristina Fernandez. REUTERS/Argentine Presidency/Handout

    Paus Fransiskus I dan presiden Argentina, Kristina Fernandez. REUTERS/Argentine Presidency/Handout

    TEMPO.CO, Roma - Presiden Argentina Cristina Fernández de Kirchner terbang ke Roma untuk bertemu dengan Paus Fransiskus I. Kepulauan Falkland atau yang dikenal sebagai Malvinas di Argentina menjadi agenda utama pembicaraan keduanya. (Baca: Referendum di Malvinas)

    Setelah mereka makan siang bersama, Cristina Fernández de Kirchner mengatakan dalam konferensi pers, dirinya meminta intervensi Paus untuk menghindari masalah yang bisa muncul dari militerisasi Inggris di Atlantik Selatan. "Kami ingin dialog, dan itulah sebabnya kami meminta Paus untuk campur tangan sehingga dialog ini berhasil," katanya.

    Inggris bereaksi keras terhadap upaya untuk melibatkan Paus baru dalam mediasi sengketa atas kepulauan itu.

    Duta besar Inggris untuk Vatikan, Nigel Baker, mengatakan, posisi Takhta Suci tak ada kaitannya dengan isu Kepulauan Falkland. "Ini adalah masalah antara dua negara berdaulat dan bahwa Takhta Suci tidak memiliki peran untuk bermain di dalamnya," katanya.

    Fernández adalah salah satu dari banyak pemimpin negara yang terbang ke Roma untuk misa perdana kepausan Fransiskus pada hari Selasa. Selain dia, ada Presiden Zimbabwe Robert Mugabe yang telah berulang kali menghindari larangan perjalanan ke Eropa dengan mengunjungi Vatikan dan Roma, basis Organisasi Pangan dan Organisasi Pertanian PBB. Presiden Taiwan Ma Ying-Jeou juga terbang khusus ke Eropa untuk menghadiri misa itu. Kehadiran yang paling historis dibuat Bartholomew I, pemimpin spiritual Kristen Ortodoks sedunia. Kehadirannya di Roma akan menjadi yang pertama bagi pemimpin Gereja Ortodoks sejak tahun 1054.

    Hubungan Fernández dan Fransiskus tak selalu mulus saat Paus baru itu masih menjadi Uskup Agung Buenos Aires. Ia kerap mengkritik pemerintah yang tak peka terhadap rakyat miskin. Jorge Mario Bergoglio, nama Fransiskus saat masih menjadi kardinal, menyatakan bahwa Argentina di bawah kepemimpinan Fernández selalu digoyang hasutan, totalitarianisme, dan korupsi. Dia menggambarkan bahwa kondisi di sana mengingatkan pada abad pertengahan dan inkuisisi.

    GUARDIAN | TRIP B

    Berita Terpopuler:
    Napi Ini Kabur dengan Helikopter

    Indonesia Mengundang Suriname ke Kongres Diaspora

    Katidis Minta Maaf Terkait Hormat Nazi

    Israel Nekat Perluas Permukiman di Tanah Palestina

    Cina Masuk Lima Besar Negara Eksportir Senjata


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.