Israel Nekat Perluas Permukiman di Tanah Palestina

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemukiman warga Israel di Halamish, Ramallah, Tepi Barat. REUTERS/Baz Ratner

    Pemukiman warga Israel di Halamish, Ramallah, Tepi Barat. REUTERS/Baz Ratner

    TEMPO.CO, Tel Aviv - Israel tak mengenal istilah penghentian pembangunan permukiman di wilayah Palestina yang mereka duduki. Menurut Menteri Perumahan Israel yang baru, Uri Ariel, kabinet Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mendatang akan terus memperluas permukiman Yahudi pada tingkat yang sama seperti pemerintahan sebelumnya.

    Pernyataan itu dua hari menjelang kunjungan Presiden Amerika Serikat Barack Obama, yang telah mendesak Israel untuk menghentikan pembangunan permukiman di tanah Palestina.

    Ariel, seorang pemukim Yahudi dan anggota partai pro-permukiman, mengatakan dalam sebuah wawancara televisi bahwa di wilayah yang diduduki itu, "bangunan akan terus bertambah sesuai kebijakan pemerintah." (Baca: Israel Bangun 90 Rumah di Ramallah)

    Menggunakan nama-nama Alkitab untuk wilayah yang direbut Israel dalam perang 1967, Ariel berkata kepada Channel 10 Israel bahwa pemerintah "akan membangun di Yudea dan Samaria kurang-lebih seperti yang telah dilakukan sebelumnya."

    "Saya tak melihat ada alasan untuk mengubah kebijakan itu," katanya. Dia mengatakan, pembangunan di Tepi Barat "bukan cerita utama" untuk rencana perumahan miliknya.

    Dunia internasional menganggap pembangunan permukiman adalah ilegal berdasarkan hukum internasional. Namun Israel mengklaim ikatan sejarah dan Alkitab untuk Tepi Barat dan Yerusalem Timur sebagai penguat untuk membangun sekitar 500 ribu permukiman baru.

    Pembicaraan perdamaian untuk solusi dua negara dalam konflik Israel-Palestina telah dibekukan sejak 2010, terkait dengan sengketa pembangunan permukiman. Netanyahu bukannya menghentikan malah memacu pembangunan rumah-rumah baru setelah Palestina mendapat pengakuan negara Palestina di Majelis Umum PBB pada bulan November.

    Pada bulan Desember dan Januari, Israel mengumumkan rencana untuk membangun lebih dari 11 ribu rumah baru di Tepi Barat dan Yerusalem Timur, hampir dua kali lipat dari yang dibangun di bawah pemerintahan sebelumnya sejak Maret 2009.

    REUTERS | TRIP B

    Berita terpopuler
    Dilarang Tanding Seumur Hidup karena Salut Nazi

    Saat Sepatu Kate Middleton 'Nyangkut'

    Pemimpin Perempuan Hamas Meninggal

    Promosikan Kebugaran, Putin Gandeng Steven Seagal

    Ahli Hukum Klaim Indonesia Perlu Pasal Santet
    Kericuhan Warnai Kongres Luar Biasa PSSI
    La Nyalla Jadi Wakil Ketua Umum PSSI
    Polisi Tangkap Dua Perusak Kantor Tempo
    Ini Dia Formula Renault Andalan Alexandra


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.