Uskup Italia Beri Selamat kepada 'Paus' yang Salah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Paus Francis I memperhatikan umat Katolik yang berkumpul dari balkon St. Peter's Basilica, Vatikan,  (14/3). Kardinal Jorge Mario Bergoglio asal Argentina telah terpilih menjadi Paus yang baru. AP/L'Osservatore Romano

    Paus Francis I memperhatikan umat Katolik yang berkumpul dari balkon St. Peter's Basilica, Vatikan, (14/3). Kardinal Jorge Mario Bergoglio asal Argentina telah terpilih menjadi Paus yang baru. AP/L'Osservatore Romano

    TEMPO.CO, Milan - Para uskup Italia begitu yakin bahwa salah satu dari mereka akan menjadi paus. Karenanya, berbarengan dengan para kardinal masuk ke Kapel Sistine untuk memilih paus baru awal pekan ini, mereka menyiapkan materi iklan ucapan selamat.

    Dalam ucapan yang dikirim ke media dengan perintah muat pada hari pengumuman paus, mereka mengucapkan puji Tuhan untuk terpilihnya Kardinal asal Milan sebagai paus baru.

    Sekretaris Jenderal Konferensi Wali Gereja Italia, Monsignor Mariano Crociata, menyatakan "sukacita dan terima kasih" kepada Tuhan atas terpilihnya Kardinal Angelo Scola dari Milan sebagai paus. Pernyataan dikirim kepada media pada Rabu pukul 20.23.

    Masalahnya, paus yang baru dinobatkan adalah kardinal Argentina, Jorge Bergoglio. Sekitar 10 menit sebelum iklan dimuat, Bergoglio telah membuat penampilan perdananya di hadapan kerumunan orang di Lapangan Santo Petrus.

    Pada 21.08, Mereka mengirimkan pernyataan lain untuk menggantikan ucapan yang salah. Kali ini, mereka berterima kasih kepada Tuhan untuk terpilihnya paus, tanpa menyebut nama.

    Pada hari-hari menjelang konklaf, surat kabar Italia secara terbuka mempromosikan Scola sebagai paus berikutnya. "Dia berangkat mengikuti konklaf sebagai paus, namun pulang tetap sebagai kardinal," tulis media Italia. Scola memang termasuk yang disebut-sebut sebagai calon kuat paus, jauh di atas popularitas Bergoglio.

    REUTERS | TRIP B


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.