Paus Francis Menelepon Benedictus Usai Terpilih  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Paus Francis I muncul di balkon St. Peter's Basilica, Vatikan, untuk menemui umat Katolik yang menunggunya (14/3). Kardinal Jorge Bergoglio terpilih sebagai Paus menggantikan Paus Benediktus XVI sebagai pemimpin dari umat Katolik. AP/Gregorio Borgia

    Paus Francis I muncul di balkon St. Peter's Basilica, Vatikan, untuk menemui umat Katolik yang menunggunya (14/3). Kardinal Jorge Bergoglio terpilih sebagai Paus menggantikan Paus Benediktus XVI sebagai pemimpin dari umat Katolik. AP/Gregorio Borgia

    TEMPO.CO, Vatikan - Pastor Thomas Rosica, sekretaris pers Vatikan, menyatakan, paus yang baru terpilih, Paus Fransiskus, menelepon Paus yang mundur, Benedictus XVI, tak lama setelah dia diumumkan terpilih sebagai paus yang baru.

    "Ada percakapan di telepon antara mereka berdua, dan saya pikir itu adalah percakapan telepon yang sangat hangat," katanya saat menjadi narasumber program Evening News di stasiun televisi CBS.

    Paus Fransiskus, katanya, menyatakan ia yang menghubungi Benedictus XVI. "Saya pikir itu adalah cara yang bagus untuk memulai masa pontifikat," katanya. (Baca juga: Siapa Jorge Bergoglio, Sri Paus yang Baru?)

    Saat ditanya penyiar Scott Pelley apa isi percakapannya, ia menjawab, "Kami mendengar dari balkon, salah satu hal pertama yang Paus Francis katakan adalah, "Bergabung dengan saya, saya mohon, dengan mengatakan beberapa doa untuknya." Tak lama kemudian, katanya, dia mengajak hadirin untuk berdoa bagi Paus Benedictus.

    Ia menyatakan, Benedictus XVI dan Paus Francis kemungkinan akan bertemu besok atau lusa. Francis juga akan bertemu dengan semua jurnalis, media, dan personel televisi yang berada di Vatikan untuk meliput pemilihan paus baru. "Dia tidak harus terikat oleh aturan ketat dan peraturan kaku. Saya seperti sedang menonton Paus Yohanes XXIII pada malam ketika muncul di balkon," katanya. Simak berita dari Vatikan di sini.

    CBS | TRIP B

    Baca juga:
    Mantan Jenderal Malaysia Sebut Intelijennya 'Payah'

    Pyongyang Ancam Musnahkan Pulau Korea Selatan

    Venezuela Selidiki Dugaan Chavez Mati Diracun

    Prabowo: Negara Ini Sedang Sakit

    Soal Hercules, Kapolda: Tak Usah Gentar!


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.