Mantan Jenderal Malaysia Sebut Intelijennya 'Payah'  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah peti mati Inspektur Zulkifli Mamat dan Kopral Sabarudin Daud dari Komando Batalyon Polisi Malaysia ke-69, yang tewas pada Jumat dalam aksi gencatan senjata dengan pengikut bersenjata dari Kesultanan Sulu. REUTERS/Bazuki Muhammad

    Sejumlah peti mati Inspektur Zulkifli Mamat dan Kopral Sabarudin Daud dari Komando Batalyon Polisi Malaysia ke-69, yang tewas pada Jumat dalam aksi gencatan senjata dengan pengikut bersenjata dari Kesultanan Sulu. REUTERS/Bazuki Muhammad

    TEMPO.CO, Kuala Lumpur - Mantan Panglima Militer Malaysia, Abdul Ghafir Abd Hamid, menyatakan, intelijen militer negeri itu "gagal total" dalam tugasnya. Ia menyatakan hal itu terkait dengan ketidakmampuan mereka mengendus serangan bersenjata kelompok Sulu ke Sabah, yang menyulut konflik bersenjata di daerah itu.

    Abd Ghafir, yang kini anggota PKR, menyalahkan besarnya "campur tangan politik" dalam operasi intelijen militer. Dia menyatakan, dalam satu dekade terakhir, Divisi Intelijen Departemen Pertahanan lebih berfokus pada politik lokal daripada mengumpulkan informasi tentang ancaman eksternal.

    "Saya menekankan di sini, ada kegagalan total dan lengkap dari intelijen. Unit intelijen kita belum berfungsi sampai sekarang," katanya. "Ketika intelijen gagal, maka wilayah perairan kita dengan mudah diterobos asing. Lebih parah lagi, ketika penyusup tiba, kita bahkan tidak tahu."

    Abd Ghafir juga mengklaim bahwa keraguan Kuala Lumpur pada hari-hari awal serangan justru menyebabkan konflik semakin panjang dan mengakibatkan hilangnya nyawa prajurit Malaysia.

    Dia mengatakan, butuh waktu 23 hari bagi Kuala Lumpur untuk memberi lampu hijau kepada pasukan untuk melancarkan serangan. "Ini adalah waktu yang cukup bagi penyusup Sulu untuk mempersiapkan dan mengatur pasukan mereka," katanya.

    Memperhatikan penanganan situasi di Sulu, Abd Ghafir menuntut permintaan maaf dari mereka yang bertanggung jawab atas "sikap ragu-ragu" dalam menangani penyusup. "Kita harus mengakui bahwa ada kegagalan. Kita sebagai warga Malaysia harus menuntut permintaan maaf dari pemerintah karena kegagalan mereka sehingga nyawa pasukan keamanan kita dikorbankan," katanya.

    MALAYSIAN INSIDER | TRIP B

    Berita Terpopuler:
    Bambang Soesatyo Ungkap Pertemuan dengan Djoko

    Barcelona Balas Milan Dua Kali Lipat

    Ikut Demo, Sutiyoso Curhat

    Yudhoyono Larang Ketua Demokrat Maju Pilpres

    Prabowo: Negara Ini Sedang Sakit


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.