Perekrutan Tentara Anak di Suriah Meningkat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anak-anak bermain di rongsokan tank milik tentara pemerintah Suriah di depan masjid di Azaz, kota kecil di utara Suriah, 30 Oktober lalu. TEMPO/Pramono

    Anak-anak bermain di rongsokan tank milik tentara pemerintah Suriah di depan masjid di Azaz, kota kecil di utara Suriah, 30 Oktober lalu. TEMPO/Pramono

    TEMPO.CO, Damaskus - Kelompok bersenjata di Suriah kini semakin gencar merekrut anak-anak untuk menjadi kaki tangan mereka. Begitulah laporan Save the Children, sebuah badan amal Inggris. Beberapa anak di bawah usia 18 tahun dipekerjakan sebagai kuli, penjaga, informan, tentara, serta menjadi tameng manusia. Angka perekrutan itu kian meninggi. Namun, Save the Children tidak menyebutkan jumlah peningkatan perekrutan anak ini.

    "Setidaknya ada dua juta anak yang membutuhkan pertolongan di Suriah," tulis Save the Children, seperti yang dikutip BBC, Rabu, 13 Maret 2013.

    Bagi banyak anak dan keluarga, perekrutan ini dipandang sebagai sebuah kebanggaan. Namun tidak sedikit pula anak-anak yang dipaksa ikut dalam kegiatan militer itu.

    Konflik bersenjata selama dua tahun terakhir telah membuat perubahan di pelbagai aspek kehidupan, terutama bagi anak-anak. Setidaknya tiga dari empat anak telah kehilangan anggota keluarga mereka. Bahkan anak-anak ini tidak lagi mendapatkan akses kesehatan. "Banyak keluarga yang berjuang untuk makanan, meski harganya terus melambung."

    Dari segi pendidikan, sekitar 2.000 sekolah telah hancur atau rusak akibat peperangan. Kalaupun ada bangunan yang selamat, kini beralih fungsi menjadi tempat pengungsian. Kondisi tegang yang terus berlangsung ini telah membuat anak-anak harus menghadapi kematian atau cacat permanen. "Mereka hidup dalam trauma, penderitaan, dan kehilangan bantuan dasar kemanusiaan," tulis laporan itu.

    Badan Persatuan Bangsa-Bangsa untuk anak-anak, UNICEF, memperingatkan adanya generasi yang hilang di Suriah. Anak-anak yang kini berusia di bawah 18 tahun akan berkembang menjadi orang dewasa yang tidak mengetahui banyak hal, kecuali kekerasan. Sebab, hak mereka untuk mendapat pendidikan telah dirampas. "Anak-anak ini pun hidup dalam trauma berkepanjangan," tulis UNICEF.

    BBC | CORNILA DESYANA

    Berita terkait:
    Kasus Simulator SIM, KPK Kembali Periksa Anggota DPR
    Ahok Tak Setuju Hercules Main Hakim Sendiri
    Pekerja Ruko Bersyukur Kelompok Hercules Ditangkap

    Sutan: Calon Ketua Umum Jangan Pakai Politik Uang

    Puluhan Murid SD Terseret Bandang Ciapus

    Prabowo Minta Hercules Berjiwa Kesatria

    Peluk Ibunda Chavez, Ahmadinejad Dikritik Ulama

    Lamban, Jokowi Ancam Tender Ulang Monorel


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.