Beijing Diminta Gunakan Pengaruhnya atas Pyongyang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga Korea Utara menghadiri perayaan tes nuklir ketiga di alun-alun Kim Il-Sung di Pyongyang, Korea Utara, Kamis (14/2). REUTERS/KCNA

    Warga Korea Utara menghadiri perayaan tes nuklir ketiga di alun-alun Kim Il-Sung di Pyongyang, Korea Utara, Kamis (14/2). REUTERS/KCNA

    TEMPO.CO, Berlin - Menteri Luar Negeri Jerman Guido Westerwelle, Jumat 8 Maret 2013, mendesak Cina menggunakan pengaruhnya atas Korea Utara untuk membujuk Pyongyang menghentikan ancaman dan provokasinya. Westerwelle menilai, sikap Korea Utara itu akan memperparah isolasi dari dunia internasional.

    Korea Utara mengancam akan melakukan serangan nuklir pendahuluan terhadap Amerika Serikat, dan sekutunya, Korea Selatan, karena dianggap menunjukkan sikap permusuhan. Pemicunya adalah sikap Amerika Serikat yang menggalang lahirnya resolusi baru yang akan memperketat sanksi terhadap Korea Utara setelah melakukan ujicoba nuklir 12 Februari 2013 lalu.

    Resolusi itu akhirnya dikeluarkan PBB dalam sidang di New York, Amerika Serikat, Kamis, 7 Maret 2013. Resolusi itu memuat sejumlah sanksi, antara lain larangan impor barang mewah oleh elite Korea Utara. Sanksi lainnya berupa embargo senjata dan larangan perdagangan dalam teknologi nuklir dan rudal.

    Westerwelle menyambut baik dukungan Cina, yang dikenal sebagai sekutu terpenting Pyongyang, atas resolusi baru PBB tersebut. Tapi dia menambahkan, "Beijing harus memberitahu penguasa di Korea Utara bahwa dengan ancaman-ancaman baru dan sejumlah provokasinya itu, mereka telah melangkah terlalu jauh."

    "Saya mendesak Cina untuk menggunakan pengaruhnya untuk meyakinkan Pyongyang bahwa hasutan, perang retorika, provokasi, dan pelanggaran atas hukum internasional itu harus berakhir," kata Westerwelle.

    Duta Besar Cina di PBB, Li Baodong, mengatakan, Beijing ingin "implementasi penuh" dari resolusi baru tersebut. Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan Kamis malam, Kementerian Luar Negeri China menyebut sanksi itu "sebagai respons yang diperlukan dan moderat" atas uji nuklir Korea Utara pada 12 Februari lalu.

    Sejumlah diplomat di PBB menekankan soal peran penting Cina. Menurut mereka, keberhasilan langkah-langkah terbaru ini akan tergantung pada seberapa keras kemauan Cina untuk menerapkannya.

    Reuters | Abdul Manan

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.