Pemberontak Suriah Tolak Bebaskan Tentara Filipina  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lokasi ledakan di Damaskus, Suriah (21/2). REUTERS/Sana

    Lokasi ledakan di Damaskus, Suriah (21/2). REUTERS/Sana

    TEMPO.CO, Manila -  Pemberontak Suriah menolak membebaskan 21 anggota Pasukan Perdamaian asal Filipina yang ditangkap di Desa Jamlah, dataran tinggi Golan, sejak tiga hari lalu. Mereka tetap menuntut pasukan pemerintah Suriah menjauhi wilayah tersebut.

    Juru bicara Angkatan Bersenjata Filipina, Kolonel Arnulfo Marcelo Burgos Jr., mengatakan Jumat 8 Maret 2013, para tahanan sedang dalam kondisi baik. Dalam tayangan video yang diunggah pada Kamis lalu, terlihat para tentara Filipina ini mendapat perlakuan yang baik.

    Tayangan video itu memperlihatkan enam di antara 21 tentara Filipina, berpakaian kamuflase dan rompi anti-peluru berwarna biru bertulisan “PBB” dan “Filipina”, duduk di sebuah ruangan. Salah seorang di antaranya, Kapten Cyrus Meneses, mengatakan mereka berada di tempat aman.

    “Kami di sini karena, ketika melintasi posisi H-Zero-Alpha ke Jamlah, ada tembakan artileri dan pengeboman,” katanya.

    “Karena itu, kami berhenti, dan warga sipil memberi tahu kami, demi keselamatan, dan mendistribusikan kami ke beberapa tempat agar kami tetap aman. Mereka juga memberi akomodasi yang baik, makanan dan minuman,” ujarnya.

    Mereka ditangkap di Desa Jamlah, dataran tinggi Golan, Rabu lalu. Wilayah ini berada di bawah pengawasan PBB sejak perang Suriah-Israel. Moaz al-Khatib, petinggi Dewan Nasional Oposisi Suriah, mengatakan mereka menginginkan tentara pemerintah Suriah menjauh dari wilayah tersebut.

    Menurut Burgos, tentara ini sebagian besar berasal dari Visayas dan Mindanao. Keluarga mereka sudah dikabari soal kondisi mereka. Tentara yang ditangkap merupakan bagian dari 300 anggota kontingen Filipina yang bergabung dalam UN Disengagement Observer Force. Badan PBB tersebut mengawasi pemisahan pasukan Israel dan Suriah sejak gencatan senjata pada 1974. “Kami terus melakukan negosiasi dengan kelompok pemberontak,” kata Burgos.

    PHILIPPINES INQUIRER | AL JAZEERA | NATALIA SANTI

    Berita Terpopuler:
    Setelah 2014, SBY Mau Buka Warung Nasi Goreng 

    3 Fraksi Disebut Terima Duit Simulator Rp 10 M

    Ricuh Bonek vs Aremania Dipicu Tewasnya Bonek 

    Rhoma Irama Tolak Permintaan Joss Stone

    Mancini Isyaratkan Bakal Jual Dzeko


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fakta-fakta Pelantikan Jokowi - Ma'ruf, Dihadiri Prabowo - Sandi

    Selain beberapa wakil dari berbagai negara, pelantikan Jokowi - Ma'ruf ini dihadiri oleh Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.