Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Setelah 20 Tahun, Partai Suu Kyi Gelar Kongres

Editor

Natalia Santi

image-gnews
Aung San Suu Kyi. AP/Khin Maung Win
Aung San Suu Kyi. AP/Khin Maung Win
Iklan

TEMPO.CO, Yangon – Partai oposisi Myanmar, Liga Nasional untuk Demokrasi (LND), membuka kongres pertamanya Jumat 8 Maret 2013. Partai yang didirikan tokoh hak asasi manusia, Aung San Suu Kyi, itu menyiapkan diri untuk menantang kekuatan pemerintah pada pemilu 2015.

Sebanyak 894 delegasi untuk pertama kalinya akan memilih pemimpin partai, meski Suu Kyi tetap diunggulkan. Suu Kyi, yang sebelumnya dilarang beraktivitas politik, memenangi kursi parlemen pada pemilu sela 2012, di tengah reformasi yang gencar dilaksanakan pemerintah Myanmar. Kongres tiga hari ini juga memilih 120 anggota Komite Pusat dan 15 eksekutif partai.

Menjelang kongres, Suu Kyi menegaskan perlunya menghidupkan kembali partai setelah mendapat pengakuan rezim militer. Dalam sebuah artikel di surat kabar partai, D-Wave, awal pekan ini, Suu Kyi menulis, “Perlunya memperkuat partai dengan darah baru dan mengambil pilihan yang tepat.”

LND diharapkan bisa mengambil alih pemerintahan pada pemilu dua tahun lagi. Kini, partai tersebut memiliki sekitar 1,2 juta anggota dari sekitar 60 juta populasi Myanmar. Dibentuk pada 1988, LND pernah memenangi pemilu parlemen pada 1990. Namun hasil pemilu itu tidak diakui. Junta militer malah memenjarakan Suu Kyi selama hampir dua dekade.

Anggota senior LND, Han Tha Myint, berharap wajah-wajah baru akan muncul dalam kongres. Pengamat mengatakan LND juga berjuang untuk menentukan arah baru serta kebijakan yang efektif menjelang pemilu 2015. Mereka juga harus menunjukkan kemampuan untuk memerintah.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

“LND harus memperkuat organisasinya jika ingin memimpin pemerintahan mendatang. Saya pikir saat ini mereka belum memiliki kemampuan itu,” kata seorang pengamat yang tidak disebutkan namanya, seperti dilansir Channel News Asia.

LND memboikot pemilu parlemen 2010 karena menganggap undang-undangnya tidak adil. Namun, dalam pemilu sela 2012, mereka mendapat 43 kursi, salah satunya untuk Suu Kyi. Keterbukaan itu bersamaan dengan reformasi yang dipimpin Presiden Thein  Sein mulai menapaki jalurnya.

BBC | THE IRRAWADDY | NATALIA SANTI

Berita Internasional Terpopuler:
Menantu Bin Laden Diterbangkan ke New York

Jenazah Hugo Chavez Dipertontonkan 

Korban Pelecehan Seks Bikin Daftar Kardinal Nakal

Ini Daftar Kardinal Pro Pelecehan Versi SNAP 

Aquino Ingin Sultan Sulu Diadili di Filipina

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Militer Tuduh Pemilu Myanmar Dicurangi, Pemerintahan Aung San Suu Kyi Terancam

29 Januari 2021

Pendukung Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) memegang foto konselor Myanmar Aung San Suu Kyi ketika menunggu hasil penghitungan suara pemilu Myanmar di markas partai di Yangon, Myanmar, 8 November 2020.[REUTERS]
Militer Tuduh Pemilu Myanmar Dicurangi, Pemerintahan Aung San Suu Kyi Terancam

Militer Myanmar menuduh pemilu diwarnai kecurangan dan tidak mengesampingkan kemungkinan kudeta terhadap pemerintahan Aung San Suu Kyi


Investigasi Reuters: Cerita Pembantaian 10 Muslim Rohingya

10 Februari 2018

Ke-10 pria Rohingya yang ditangkap sebelum dibantai warga Buddha dan tentara Myanmar di Inn Din, Rakhine, Myanmar, 2 September 2017. Di antara 10 pria Rohingya tersebut merupakan nelayan, penjaga toko, seorang guru agama Islam dan dua remaja pelajar sekolah menengah atas berusia belasan tahun. Laporan pembantaian ini ditulis oleh dua wartawan yang kini diadili pemerintah pimpinan Aung San Suu Kyi. REUTERS
Investigasi Reuters: Cerita Pembantaian 10 Muslim Rohingya

Dua orang disiksa hingga tewas, sedangkan sisanya, warga Rohingya, ditembak oleh tentara.


Militer Myanmar Temukan 17 Jasad Umat Hindu, ARSA Dituding Pelaku

27 September 2017

Seorang bocah Rohingya menangis di tengah antreatn saat berdesakan untuk mendapatkan bantuan di kamp pengungsian Cox's Bazar, Bangladesh, 25 September 2017. REUTERS/Cathal McNaughton
Militer Myanmar Temukan 17 Jasad Umat Hindu, ARSA Dituding Pelaku

Militer Myanmar?kembali menemukan 17 jasad umat Hindu?di sebuah kuburan massal di Rakhine dan ARSA dituding sebagai pelakunya.


Dewan Keamanan PBB Lusa Bahas Nasib Rohingya

26 September 2017

Suasana antrean pengungsi Rohingya untuk mendapatkan bantuan di kamp pengungsian Cox's Bazar, Bangladesh, 25 September 2017. REUTERS/Cathal McNaughton
Dewan Keamanan PBB Lusa Bahas Nasib Rohingya

Dewan Keamanan PBB akan bertemu lusa untuk membahas penindasan Rohingya di Myanmar.


Myanmar Sebut Milisi Rohingya Tindas Warga Hindu di Rakhine

26 September 2017

Seorang anak pengungsi muslim Rohingya digendong ibunya saat berdesak-desakan untuk mendapatkan bantuan makanan di kamp pengungsian Cox's Bazar, Bangladesh, 21 September 2017. REUTERS/Cathal McNaughton
Myanmar Sebut Milisi Rohingya Tindas Warga Hindu di Rakhine

Pasukan militer?Myanmar mulai membuka satu persatu?tudingan?kekejaman?oleh?milisi Rohingya atau ARSA.


Pengadilan Rakyat Mendakwa Mynmar Melakukan Genosida

25 September 2017

Sidang perdana tim pencari fakta PBB untuk Rohingya di Jenewa, 19 September 2017. Yuyun Wahyuningrum
Pengadilan Rakyat Mendakwa Mynmar Melakukan Genosida

Pengadailan Rakyat Internasional menyimpulkan Myanmar melakukan genosida terhadap minoritas muslim Rohingya.


Bangladesh Bebaskan 2 Jurnalis Myanmar yang Ditahan di Cox Bazar

23 September 2017

Petugas mendata pengungsi Rohingya sebelum membagikan paket bantuan dari Indonesia di kamp pengungsian Thaingkali, Ukhiya, Bangladesh, 21 September 2017.  Bantuan kemanusiaan dari Indonesia telah sampai di Bangladesh dalam 8 kali pengiriman dengan pesawat
Bangladesh Bebaskan 2 Jurnalis Myanmar yang Ditahan di Cox Bazar

Kedua jurnalis Myanmar ini berpengalaman bekerja untuk berbagai media internasional.


Warga Hindu Ikut Jadi Korban Kerusuhan di Rakhine Myanmar  

6 September 2017

Penduduk desa Hindu berteduh di sebuah kuil di Myoma Ward Myhum Town, Myanmar. Hindu Youth Relief Group
Warga Hindu Ikut Jadi Korban Kerusuhan di Rakhine Myanmar  

Sebagian warga Hindu mengungsi ke Banglades dan tinggal berdampingan dengan warga Muslim Rohingya.


Jet Tempur Myanmar Hilang Kontak Saat Latihan

5 September 2017

Pesawat Myanmar yang hilang. Facebook/Commander in Chief Office
Jet Tempur Myanmar Hilang Kontak Saat Latihan

Satu pesawat tempur militer Myanmar hilang saat melakukan pelatihan penerbangan di wilayah selatan Ayeyarwady.


Bentrok di Myanmar, Kemenlu: ASEAN Pegang Prinsip Non-Intervensi

27 Agustus 2017

Sejumlah warga negara Amerika Serikat mengikuti parade ASEAN di Silang Monas, 27 Agustus 2017. TEMPO/Maria Fransisca
Bentrok di Myanmar, Kemenlu: ASEAN Pegang Prinsip Non-Intervensi

ASEAN mendukung Myanmar dalam proses demokrasi, rekonsiliasi, dan pembangunan di negara tersebut dengan memegang prinsip non-intervensi.