Korea Utara Akan Menggelar Serangan 11 Maret  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gambar satelit DigitalGlobe dari Fasilitas Tes Nuklir di Korea Utara, Senin (11/2). REUTERS/DigitalGlobe/Handout

    Gambar satelit DigitalGlobe dari Fasilitas Tes Nuklir di Korea Utara, Senin (11/2). REUTERS/DigitalGlobe/Handout

    TEMPO.COPyongyang - Juru bicara Komando Tertinggi Angkatan Bersenjata Korea Utara (KPA) menyatakan akan mengambil langkah tegas kedua dan ketiga terkait tindakan Amerika Serikat dan pasukan lain yang dianggap bermusuhan. Mereka juga mengancam akan menggelar serangan pada 11 Maret di saat Amerika Serikat dan Korea Selatan melakukan latihan perang.

    “Tentara dan rakyat DPRK tidak pernah bicara kosong,” kata juru bicara KPA dalam siaran pers Kedutaan Besar Korut di Jakarta yang diterima Tempo, malam ini, Rabu 6 Maret 2013.  DPRK atau Democratic People’s Republic of Korea adalah nama resmi Korut. “Ini adalah keberanian Songun Korea untuk mengambil langkah yang telah diputuskan.”

    Tentara di garis depan, di lapangan, angkatan laut udara, dan unit anti-udara serta unit strategis KPA, Pasukan Merah Petani-Pekerja, serta Pasukan Pemuda Merah telah melakukan aksi total berdasrakan rencana operasional yang telah ditandatangani Kim Jong Un.

    “Saat ini imperealis AS berusah a menyerang DPRK bahkan dengan senjata nuklir, kami akan melawan mereka dengan serangan nuklir dengan beragam presisi gaya Korea,” tulis rilis pers tersebut.

    Korut menyatakan semuanya akan diluncurkan ketika tombol ditekan, dan wilayah musuh-musuh akan menjadi lautan api. Tanah itu bukan Balkan, Irak atau Libya.  Tentara dan rakyat Korut memiliki segalanya termasuk nuklir ringan dan lebih kecil, tidak sepertiyang mereka miliki di masa lalu.

    Komando Tertinggi KPA juga membatalkan Kesepakatan Gencatan Senjata Korea yang ditandatangani tahun 1953.  Menurut siaran pers tersebut, manuver peran yang dilakukan AS dan Korea Selatan merupakan langkah nyata pelanggaran sistematis terhadap kesepakatan tersebut. Karenanya KPA menyatakan kesepakatan itu invalid, mulai 11 Maret di saat AS-Korsel menggelar latihan perang secara penuh.

    KPA juga menyatakan akan menghentikan sepenuhnya aktivitas perwakilan di Panmunjom. Mereka juga akan memutus hubungan telepon militer AS-Korut di desa perbatasan Korsel-Korut itu.

    .

    NATALIA SANTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.