Hubungan Indonesia-Venezuela Naik-Turun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Hugo Chavez kembali menjadi Presiden Venezuela setelah mengalahkan pesaingnya dari partai Oposisi, Henrique Capriles pada (8/10). Ini merupakan kemenangan ketiga Chavez, yang sudah memimpin Venezuela selama 14 tahun. acn.com.ve

    Presiden Hugo Chavez kembali menjadi Presiden Venezuela setelah mengalahkan pesaingnya dari partai Oposisi, Henrique Capriles pada (8/10). Ini merupakan kemenangan ketiga Chavez, yang sudah memimpin Venezuela selama 14 tahun. acn.com.ve

    TEMPO.CO, JakartaHubungan diplomatik Indonesia dengan Venezuela naik-turun. Terutama di bidang perdagangan. Volume perdagangan untuk tahun 2012 turun 24 persen, dari US$ 127 juta tahun 2011 menjadi US$ 96,6 juta.

    “Secara umum, kita melihat hubungan dengan Venezuela cukup baik,” kata Direktur Amerika Latin dan Karibia Kementerian Luar Negeri RI, Musthofa Taufik Abdul Latif, kepada Tempo hari ini.

    Indonesia menempatkan duta besar di Caracas, yakni Ibu Prianti Gagarin Djatmiko-Singgih. Sedangkan Venezuela hanya memiliki kuasa usaha (charge d’affairs) di Jakarta. Meski demikian, hubungan diplomatik sudah berlangsung sejak 10 Oktober 1959.

    Produk ekspor Indonesia, terutama plastik dan karet, mesin dan elektronik, kertas, produk kayu, tekstil, dan alas kaki. Sedangkan Venezuela mengekspor bahan kimia, bijih besi olahan, dan bermacam bentuk plastik olahan. Pasar Venezuela sangat bagus, namun ada kebijakan dalam negeri yang menjadi hambatan, termasuk soal izin ekspor.

    Meski demikian, ketika Indonesia mengadakan pameran perdagangan Oktober 2012, Venezuela merupakan negara Amerika Latin yang nilai transaksinya paling besar. Selain itu, sejak tahun 2003, sudah 18 pemuda Venezuela mendapatkan beasiswa Dharmasiswa untuk belajar budaya di Indonesia.

    Musthofa melihat potensi kerja sama yang bisa dikembangkan kedua negara, terutama untuk keamanan energi (energy security). “Kita menginginkan agar pengusaha Indonesia selain ke Timur Tengah dan Eropa Timur, kita bisa melirik Venezuela,” katanya.

    Meski pemimpin baru Venezuela baru akan diumumkan seusai pemakaman almarhum Presiden Hugo Chavez, Jumat mendatang, 8 Maret, Mustofa berharap akan ada perubahan terutama di bidang ekonomi. Terutama jika presiden yang akan datang lebih membuka pasar.

    Indonesia juga berpotensi mengekspor consumer goods, yang selama ini diimpor Venezuela dari negara-negara tetangga di Amerika Selatan. “Kita bisa masuk lebih besar kalau tidak ada hambatan perdagangan,” ujarnya.

    NATALIA SANTI

    Terpopuler:
    Ruhut Sitompul Goda Ibunda Raffi Ahmad

    Fakta-fakta Menarik Jelang MU Vs Real Madrid

    Pegawai Kemenag Dicurigai Gelapkan Dana Haji

    Polisi Gamang Usut Golden Traders

    Menolong Neneng, 2 WN Malaysia Divonis 7 Tahun

    Akil Mochtar Ingin Jadi Ketua MK


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.