Amerika Izinkan Penumpang Pesawat Bawa Pisau  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pada 10 Januari 2013, otoritas penerbangan federal Amerika Serikat mengeluarkan perintah pemeriksaan pesawat Boeing 787 Dreamliner, menyusul kasus kebocoran oli dan retakan pada kaca kabin pilot pada dua pesawat Dreamliner yang dioperasikan All Nippon Airways. Shohei Miyano/Reuters

    Pada 10 Januari 2013, otoritas penerbangan federal Amerika Serikat mengeluarkan perintah pemeriksaan pesawat Boeing 787 Dreamliner, menyusul kasus kebocoran oli dan retakan pada kaca kabin pilot pada dua pesawat Dreamliner yang dioperasikan All Nippon Airways. Shohei Miyano/Reuters

    TEMPO.CO, Washington - Badan Keselamatan Transportasi Amerika Serikat mengatakan, lembaganya mengizinkan penumpang pesawat terbang membawa pisau kecil ke dalam kabin. Izin ini untuk pertama kalinya diberikan sejak serangan 9 September 2001.

    Dalam ketentuan yang akan diberlakukan pada 25 April 2013 itu disebutkan penumpang boleh membawa belati berukuran tak lebih dari 6 sentimeter. "Kampak, pisau cukur, dan pemotong kotak, tetap dilarang," demikian statemen Badan Keselamatan.

    Namun demikian, izin yang dikeluarkan lembaga ini tak luput dari kritik para pramugari. Menurut mereka, bila penumpang membawa belati ke dalam kabin pesawat, hal tersebut menimbulkan risiko, baik bagi penumpang maupun awak kabin lainnya.

    Selain pisau, di bawah kebijaksanaan baru, kelak tongkat biliar, tiang ski, dan stik hoki bakal diperbolehkan masuk ke dalam kabin. Sebelumnya, seluruh benda tersebut harus masuk bagasi.

    Badan Keselamatan berpendapat bahwa peraturan baru yang dikeluarkan itu sejalan dengan pedoman penerbangan internasional dan memberikan pengalaman terbaik bagi para penumpang pesawat.

    "(Izin) ini merupakan bagian dari pendekatan keamanan berbasis risiko secara keseluruhan. Oleh karena itu, petugas keamanan bisa lebih fokus pada upaya menemukan barang yang memiliki daya ledak tinggi," kata juru bicara Badan Keselamatan kepada kantor berita Reuters.

    Namun, kelompok Koalisi Persatuan Pramugari Penerbangan menganggap kebijaksanaan tersebut "picik".

    "Sebagai garis pertahanan terakhir di kabin penerbangan dan mitra utama, kami percaya bahwa izin yang dikeluarkan akan membahayakan kehidupan semua pramugari dan penumpang. Selama ini kami bekerja sangat keras untuk menjaga keamanan (penumpang)," kata Koalisi ini dalam sebuah pernyataan.

    BBC | CHOIRUL

    Terpopuler:
    Malaysia Bayar Sewa ke Sultan Sulu Rp 14 Juta

    MNLF: 10 Ribu Tentara Sulu Tiba di Sabah 

    Sultan Sulu: Jet Militer Bombardir Pasukan Kami 

    Misuari Ingatkan Malaysia Jangan Bunuh Raja Sulu

    Hugo Chavez Meninggal Akbat Penyakit Ini

    Malaysia Serang Pendukung Sultan Sulu 

    Chavez Meninggal, Pernah Sebut Bush Setan di PBB

    Intrik di Filipina Berada di Balik Serangan Sabah? 

    Warga Malaysia di Filipina Diimbau Berhati-hati

    Jet Tempur Malaysia Bombardir Sabah


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.