Pemerintah Venezuela Tuding Asing Bunuh Chavez  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dalam foto yang dirilis oleh harian asal Kuba Granma pada tanggal 13 Agustus 2006 ini, Pemimpin Kuba Fidel Castro (kanan) dan Presiden Venezuela Hugo Chavez berpegangan tangan setelah Castro menjalani operasi di Havana, Kuba. Wakil Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengumumkan pada hari Selasa (5/3) bahwa Chavez meninggal dunia pada usia 58 tahun setelah hampir dua tahun berjuang melawan kanker. AP/Granma

    Dalam foto yang dirilis oleh harian asal Kuba Granma pada tanggal 13 Agustus 2006 ini, Pemimpin Kuba Fidel Castro (kanan) dan Presiden Venezuela Hugo Chavez berpegangan tangan setelah Castro menjalani operasi di Havana, Kuba. Wakil Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengumumkan pada hari Selasa (5/3) bahwa Chavez meninggal dunia pada usia 58 tahun setelah hampir dua tahun berjuang melawan kanker. AP/Granma

    TEMPO.CO, Karakas — Selama tiga jam sebelum kematian Presiden Venezuela, Hugo Chávez, pemerintah Venezuela mengisyaratkan bahwa penyakit kanker yang diidap pemimpin berusia 58 tahun itu disebabkan oleh serangan asing. “Pada satu titik, musuh sejarah Venezuela berhasil merusak kesehatan pemimpin kita,” kata Wakil Presiden Nicolas Maduro, dalam pidato yang ditayangkan secara langsung oleh televisi pemerintah.

    Maduro tidak menjelaskan bagaimana pihak asing memicu kanker dalam tubuh Chavez. Namun, dia memberikan contoh insiden kematian pemimpin Palestina, Yasser Arafat. Selama ini Arafat dianggap meninggal karena stroke. Namun, ternyata penyelidikan Al Jazeera menunjukkan Arafat kemungkinan besar diracun dengan zat radioaktif polonium. “Kami sudah memiliki petunjuk, tapi masalah ini akan diselidiki oleh komisi khusus,” Maduro menegaskan.

    Pernyataan Maduro diucapkan sehari setelah Menteri Informasi Venezuela mengumumkan kondisi kesehatan Chavez memburuk. Kanker yang diidap pengagum Simon Bolivar itu diduga telah menyebar hingga ke paru-paru. Meski sudah diduga, kematian Chavez tetap menimbulkan kesedihan mendalam bagi rakyat Venezuela dan dunia.

    Dalam kesempatan tersebut, Maduro juga mengumumkan Venezuela mengusir Atase Militer Amerika Serikat, David del Monaco. Maduro memberikan dua alasan mengapa Monaco diusir. Pertama, karena Monaco ketahuan menyelidiki situasi militer Venezuela. “Kedua, ia memprovokasi sejumlah perwira militer untuk memberontak,” Maduro menegaskan.

    Pernyataan Maduro dinilai sebagai upaya mempersiapkan rakyat menghadapi kematian Chavez. “Pendukung Chavez berusaha menanamkan ide bahwa jika ia tewas, maka seluruh kesalahan harus ditimpakan pada pihak asing,” ujar Juan Nagel, narablog untuk situs kebijakan internasional, Caracas Chronicles.

    L ABC | SITA PLANASARI AQUADINI

    Terpopuler:
    Ruhut Sitompul Goda Ibunda Raffi Ahmad 

    Fakta-fakta Menarik Jelang MU Vs Real Madrid 

    Pegawai Kemenag Dicurigai Gelapkan Dana Haji 

    Polisi Gamang Usut Golden Traders

    Menolong Neneng, 2 WN Malaysia Divonis 7 Tahun

    Akil Mochtar Ingin Jadi Ketua MK 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?