Warga Malaysia di Filipina Diimbau Berhati-hati

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah poster Presiden Filipina Benigno Aquino III dengan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak dibakar oleh warga Filipina saat aksi menentang serangan militer yang dilancarkan oleh pasukan Malaysia terhadap hampir 200 pengikut Sultan Sulu Jamalul Kiram di Kedutaan Besar Malaysia di Makati, Manila, Filipina, (5/3). (AP Photo / Bullit Marquez)

    Sebuah poster Presiden Filipina Benigno Aquino III dengan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak dibakar oleh warga Filipina saat aksi menentang serangan militer yang dilancarkan oleh pasukan Malaysia terhadap hampir 200 pengikut Sultan Sulu Jamalul Kiram di Kedutaan Besar Malaysia di Makati, Manila, Filipina, (5/3). (AP Photo / Bullit Marquez)

    TEMPO.CO, Kuala Lumpur - Krisis Sabah membuat hubungan Malaysia dan Filipina sedikit tegang. Karenanya, Kementerian Luar Negeri Malaysia menyarankan warganya di Filipina untuk berhati-hati dan mengutamakan keselamatan serta keamanan mereka.

    Mereka juga disarankan untuk latihan tindakan pencegahan tambahan dalam kegiatan sehari-hari.

    Malaysia melakukan operasi militer besar-besaran untuk mengusir penyusup asal Filipina. Mereka membombardir Lahad Datu, wilayah yang diduga menjadi lokasi pendaratan mereka yang mengaku sebagai prajurit Sulu, yang mengklaim wilayah itu adalah bagian kesultanan mereka.

    Dalam sebuah pernyataan Selasa, mereka mengatakan Kedutaan Besar Malaysia di Makati City, Manila, dan konsulat jenderal di Davao City siap menjadi penghubung dan bekerja sama dengan pihak berwenang Filipina untuk menjamin keselamatan mereka.

    Menyinggung demonstrasi yang dilakukan sekelompok 40 orang di luar kedutaan -- mereka membakar bendera Malaysia dan foto Perdana Menteri Najib Razak -- Kementerian Luar Negeri Malaysia menyebut itu hanya kelompok kecil saja, tak mewakili seluruh rakyat Filipina.

    "Kementerian Luar Negeri Malaysia menyatakan penghargaan yang setinggi kepada Pemerintah Filipina, khususnya Kepolisian Nasional Filipina, untuk memberikan perlindungan keamanan yang diperlukan untuk Kedutaan Besar Malaysia di Manila dan Konsulat Jenderal di Davao City," kata pernyataan itu, seperti dimuat di kantor berita Malaysia, Bernama.

    TRIP B


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.