MNLF: 10 Ribu Tentara Sulu Tiba di Sabah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pengikut Sultan Sulu Jamalu Kiram berunjuk rasa dalam memprotes aksi serangan militer Malaysia pada sejumlah pengikut Sultan Suli Jamalul Kiram di depan gedung Kedutaan Besar Malaysia di Makati, Manila, Filipina, (5/3). (AP Photo/Bullit Marquez)

    Sejumlah pengikut Sultan Sulu Jamalu Kiram berunjuk rasa dalam memprotes aksi serangan militer Malaysia pada sejumlah pengikut Sultan Suli Jamalul Kiram di depan gedung Kedutaan Besar Malaysia di Makati, Manila, Filipina, (5/3). (AP Photo/Bullit Marquez)

    TEMPO.CO, Manila - Front Nasional Pembebasan Nasional Moro (MNLF) menyatakan, ribuan warga Tausug, juga dikenal sebagai Suluks, telah berlayar ke Sabah untuk membantu rekan mereka, menyusul serangan senjata berat oleh pasukan Malaysia. Philippine Inquirer melaporkan, Ketua Dewan Komite MNLF, Habib Hasyim Mudjahab, menyatakan, mereka marah atas sikap Malaysia.

    "Kita tidak bisa lagi mencegah orang kami. Kami terluka dan banyak dari orang-orang kami, bahkan yang bukan prajurit, akan bertolak ke Sabah untuk membantu kesultanan," kata Mudjahab seperti dikutip media itu.

    Pernyataannya bertentangan dengan laporan lain yang menyebutkan bahwa pasukan keamanan di Malaysia dan Filipina telah memblokir pintu masuk menuju Lahad Datu. Mereka juga telah mengepung wilayah yang diduga menjadi tempat persembunyian prajurit Sulu.

    Menurut Mudjahab, mereka yang berasal dari Basilan, Sulu, Tawi-Tawi, dan Zamboanga telah meninggalkan perairan Filipina sejak tadi malam dengan perahu kecil, memasuki Sabah melalui apa yang mereka sebut "gerbang belakang Selatan"--rute yang biasa dilalui para pedagang.

    Pejabat MNLF mengatakan, blokade laut itu tidak ada gunanya karena mereka yang mengetahui rute akan dapat masuk ke Malaysia timur dengan mudah, tanpa kecurigaan. "Ini adalah tentang kebanggaan dan kehormatan, dan orang-orang kami siap untuk berkorban," ia menambahkan.

    Sebelumnya, hari ini, Kepala MNLF, Nur Misuari, dalam konferensi pers membantah terlibat dalam kebuntuan di Sabah.

    Letnan Jenderal Rey Ardo, pemimpin militer di Mindanao Barat, dan pejabat Gubernur Daerah Otonomi Muslim Mindanao (ARMM), Mujib Hataman, mengaku tak mengetahui adanya bala bantuan yang bertolak ke Sabah.

    PHILIPPINE INQUIRER | TRIP B

    Berita terpopuler:
    Peretas Situs SBY Akan Direkrut Mabes Polri?
    Waspada, Banjir di Jakarta Dinihari
    Rasyid Tak Ditahan, Status Seperti Orang Merdeka
    Pemuda Cabuli Empat Adik Tiri dan Ibu Kandungnya
    Bentrokan Bersenjata di Sabah, 5 Polisi Malaysia Tewas
    Ahok Minta Pengusaha Beli Vila Ilegal di Puncak


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.