Malaysia Bayar Sewa ke Sultan Sulu Rp 14 Juta

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Sultan Sulu, Jamalul Kiram III bersama sejumlah pengikutnya berunjuk rasa di depan Masjid Biru di Desa Maharlika, Taguig, Manila Selatan, (1/3). Telah terjadi kerusuhan di Sabah antara polisi Malaysia dan kelompok bersenjata Sulu dari Filipina selatan. REUTERS/Romeo Ranoco

    Mantan Sultan Sulu, Jamalul Kiram III bersama sejumlah pengikutnya berunjuk rasa di depan Masjid Biru di Desa Maharlika, Taguig, Manila Selatan, (1/3). Telah terjadi kerusuhan di Sabah antara polisi Malaysia dan kelompok bersenjata Sulu dari Filipina selatan. REUTERS/Romeo Ranoco

    TEMPO.CO, Sabah - Pemerintah Malaysia menyatakan telah membayar sewa tanah kepada Sultan Sulu sebanyak US$ 1.500 (Rp 14,5 juta) per tahun untuk tanah seluas 7.300 hektare di Sabah hingga saat ini.

    Menurut Sultan dan para pengikutnya, nilai pembayaran itu sudah tak layak. Karena itu, nilai sewa harus dinaikkan untuk wilayah yang pernah diduduki Inggris sejak 1800 itu.

    Namun, tuntutan tersebut ditolak Malaysia. Negeri jiran ini hanya mau tunduk kepada perundingan dengan pemerintah Filipina. Bahkan, mereka memaksa klan Sultan meninggalkan wilayah yang mereka duduki dengan salakan senjata.

    Sejumlah pria bersenjata dari klan Kesultanan Sulu, Filipina Selatan mendarat di sebuah perkampungan di pantai Sabah sejak 9 Februari 2013. Mereka mengklaim bahwa wilayah tersebut miliknya, sesuai dengan dokumen tahun 1800.

    Sejak mereka berada di Sabah, ketegangan menjurus bentrokan senjata antara pengikut Sultan dan pasukan keamanan Malaysia tak terelakkan. Kekerasan di daerah sumber kaya energi ini bahkan menimbulkan krisis politik di antara kedua pemerintahan Malaysia dan Filipina.

    Ketegangan politik kedua negara juga merembet pada proses perundingan antara pemerintah Filipina dan Front Pembebasan Islam Moro (MILF), kelompok bersenjata di selatan Filipina, yang diprakarsai Malaysia.

    Seruan pemerintah Malaysia maupun Filipina tak diindahkan oleh pengikut Sultan. Sejak pekan lalu, Malaysia mengerahkan pasukan bersenjata guna memperkuat petugas kepolisian guna mengusir pengikut Sultan. Bentrokan bersenjata tak bisa dihindari hingga menewaskan 27 orang dari kedua belah pihak.

    AL JAZEERA | CHOIRUL

    Berita Populer:
    Soekarwo Lantik Bupati Termuda Indonesia
    Timwas Century Terima Banyak Informasi dari Anas

    Polri: Video Kekerasan Densus 88 Terjadi 2007

    Ini Tokoh-tokoh yang Mengilik Anas Soal Century


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.