Peluru Terakhir Putri Polisi Itu Hasilkan Emas Pertama

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Athena:Tembakan terakhir putri seorang polisi itu membuahkan hasil. Du Li, petembak asal Cina, meraih medali emas pertama Olimpiade Athena setelah menang dalam nomor 10 meter air rifle secara dramatis di Lapangan Tembak Markopoulo, Athena, kemarin."Sulit dipercaya. Saya betul-betul gembira," tutur Du setelah menerima medali emasnya. Secara keseluruhan, pelajar berusia 22 tahun itu mengumpulkan 502 poin. Catatan itu sekaligus merupakan rekor baru Olimpiade. Tapi, rekor itu tercipta betul-betul dari peluru terakhir Du.Du yang baru sekali ini tampil di Olimpiade memasuki 10 tembakan terakhir dengan 398 poin, menduduki peringkat kedua bersama Zhao Yinghui dan Katerina Kurkova. Posisinya sempat melorot ke peringkat kelima saat tembakannya membuahkan 9,4 poin. Dia bangkit, tapi masih tertinggal 0,4 poin dari juara dunia Lioubov Galkina asal Rusia. Saat itulah keajaiban menghampiri Du. Tembakan terakhirnya membuahkan 10,6 poin, sementara Galkina hanya meraih 9,7 poin."Kepercayaan diri saya meningkat di tembakan terakhir. Keberuntungan akhirnya berpihak pada saya," tutur Du.Du pun terkenang pada peristiwa empat tahun lalu. Ketika itu, lewat layar televisi di kampung halamannya, Provinsi Shandong, dia menyaksikan perjuangan Zhao di Sydney. Disebut-sebut sebagai favorit juata, Zhao gagal di saat-saat terakhir karena tak kuat menahan beban."Saya tahu, saya punya peluang realistis merebut emas sebelum Olimpiade berlangsung. Tapi, emas ini masih tetap luar biasa," katanya pula.Galkina yang memimpin sebelum tembakan terakhir harus puas menerima medali perak dengan 501,5 poin. Kurkova meraih perunggu dengan 501,1 poin.Meskipun mengalami kegagalan dramatis, Galkina tetap memberi hormat terhadap rivalnya itu. "Dia betul-betul cemerlang. Saya puas dengan medali perak ini," kata petembak berusia 31 tahun itu.Du, putri seorang polisi, mulai menembak sejak 1994. Kariernya berkembang sejak ditangani pelatih Zhang Yumei. Tak lama setelah terpilih masuk tim nasional, Februari 2002, dia merebut tiga medali emas pada Asian Games 2002 di Busan. Penggemar musik pop dan fotografi ini adalah pemegang rekor dunia dengan 504 poin yang diciptakan pada Piala Dunia tahun lalu di Zagreb.Sukses Du pun menular kepada petembak veteran Wang Yifu. Dia memenangkan nomor yang sama di bagian putra. Wang mencatat total skor 690, menaklukkan dua petembak Rusia, Mikhail Nestruev yang meraih 689,8 dan Vladimir Isakov dengan 684,3.Seperti Du, Wang juga memastikan emas lewat peluru terakhirnya. Sebelumnya, Wang dan juara dunia Nestruev memiliki poin sama. Tapi di tembakan terakhir, Wang mendapat 9,9 poin sementara Nestruev hanya 9,7."Saya tak sadar kemenangan ini sampai para penonton berteriak gembira," kata Wang. Dia merupakan satu-satunya petembak Cina yang masih bertahan sejak Olimpiade 1984 di Los Angeles. Saat itu, dia meraih perunggu nomor 50 meter pistol dan mendapat emas 10 meter air rifle Olimpiade Barcelona. Di Atlanta dan Sydney, dia hanya meraih perak. Firman Atmakusumah (Athena)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.