Kelompok Penyusup Diduga Mendarat Lagi di Sabah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi Diraja Malaysia berjaga-jaga di Lahat Datu, Sabah, menyusul kontak senjata antara aparat dan penyusup.

    Polisi Diraja Malaysia berjaga-jaga di Lahat Datu, Sabah, menyusul kontak senjata antara aparat dan penyusup.

    TEMPO.CO, Sabah - Suasana di Lahad Datu, Sabah, masih mencekam, kendati aparat kepolisian menyatakan situasi telah berhasil dikendalikan. Portal berita The Borneo Insider melaporkan berita yang tak diverifikasi bahwa sekelompok orang, diduga 50 pria bersenjata merapat di dekat Felda Sahabat di pantai timur Sabah, dan mengambil beberapa sandera.

    Pejabat keamanan Malaysia telah mendirikan pusat operasi di Felda Sahabat untuk menghadang kelompok penyusup, diduga militan Muslim Filipina. Blokade jalan juga dilakukan di sekitar Tanjung Labian.

    Namun, berita mendarat lagi sekelompok penyusup ditepis Kepala kepolisian Diraja Malaysia. "Para penyusup bersenjata menyebarkan rumor untuk menurunkan moral pasukan keamanan Malaysia," kata Tan Sri Ismail Omar, seperti dilaporkan Malaysiakini. Ia menyatakan, aparat tak akan tertipu taktik semacam itu.

    Lalu lintas masuk dan keluar dari Tanjung Batu telah diblokir mulai pukul 14.00, The Star Online melaporkan. Warga desa tidak diizinkan untuk meninggalkan atau memasuki rumah mereka.

    Desa Tanjung Batu berada sekitar 30 km dari Kampung Tanduo, tempat di mana kelompok militan yang dipimpin oleh Agbimuddin Kiram, yang memproklamirkan diri sebagai putra mahkota dan pewaris Kesultanan Sulu, merapat pada 9 Februari lalu.

    Polisi juga dilaporkan melakukan patroli di desa lain di pantai dekat Semporna, 150 km dari Lahad Datu. Banyak penyusup Sulu melarikan diri setelah tembak-menembak pada hari sabtu, diduga kini tersebar ke desa-desa di sekitarnya.

    MALAYSIAN INSIDER | TRIP B



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.