Bekas Jenderal Suriah: Hanya AS dan Rusia yang Bisa

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tumpukan mobil rusak digunakan untuk melindungi diri dari para penembak di wilayah Khaldiyeh, Homs, Suriah, Selasa (19/2). REUTERS/ Yazan Homsy

    Tumpukan mobil rusak digunakan untuk melindungi diri dari para penembak di wilayah Khaldiyeh, Homs, Suriah, Selasa (19/2). REUTERS/ Yazan Homsy

    TEMPO.CO, Moskow - Seorang mantan orang kepercayaan Presiden Suriah yang membelot tahun lalu mengatakan hanya Rusia dan Amerika Serikat yang bisa mengakhiri perang di negaranya. Kedua negara ini bisa bertindak sebagai penjamin gencatan senjata di Suriah.

    Manaf Tlass, mantan komandan militer, mengatakan kepada Voice of Russia bahwa negara itu bisa membantu mencapai perdamaian di Suriah dengan dukungan kekuatan oposisi moderat. Di Suriah, katanya, ada pihak ketiga yang tidak mendukung rezim atau ekstremis. "Kebanyakan warga Suriah tidak ingin memilih antara dua yang ekstrem, mereka ingin kehidupan mereka dalam keadaan stabil dan aman dan Rusia dapat mendukung kekuatan moderat di Suriah," ujarnya.

    Tlass, yang mengadakan pembicaraan dengan para pejabat senior Rusia di Moskow, mengatakan ia datang sebagai bagian dari upaya untuk menegosiasikan penyelesaian damai. Dia menambahkan: "Rusia memiliki cukup kekuatan politik untuk membantu menemukan solusi."

    Tlass menambahkan, ia berharap Rusia dapat membantu "melestarikan Suriah sebagai negara, kesatuan dari struktur kompleks minoritas etnis dan agama, dan sifat sekulernya."

    Presiden Rusia Vladimir Putin baru-baru ini menyatakan kesediaannya untuk mendengarkan argumen Barat guma memecahkan krisis setelah pertemuan dengan Presiden Prancis, Francois Hollande, Kamis. Rusia sebelumnya melindungi rezim Assad di Dewan Keamanan PBB dari sanksi. Moskow juga telah menolak pelengseran Assad dengan mengatakan pemerintah dan pemberontak harus berdialog.

    AP | TRIP B


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.