Paus Benediktus Janji Akan Patuhi Penerusnya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Paus Benediktus XVI. REUTERS/Osservatore Romano

    Paus Benediktus XVI. REUTERS/Osservatore Romano

    TEMPO.CO, VATICAN CITY — Beberapa jam sebelum meninggalkan Tahta Suci Vatikan, Paus Benediktus XVI berjanji akan patuh kepada penggantinya. Hal ini diungkapkan pria berumur 85 tahun itu kepada para Kardinal yang mengucapkan selamat jalan kepadanya.

    Berpakaian merah dengan jubah emas, Benediktus menjabat satu per satu sekitar 100 kardinal yang hadir dalam pertemuan di Istana Apostolic, Kota Vatikan, kemarin. “Saya akan berdoa untuk kalian,” ujar Benediktus saat seluruh kardinal satu per satu mencium cincin di jarinya.

    “Di antara kalian, akan ada salah satu yang menjabat sebagai Paus di masa depan. Saya berjanji akan memberikan kesetiaan dan kepatuhan,” Benediktus menambahkan.

    Tepat pada pukul 8 malam waktu setempat, Benediktus secara resmi menanggalkan jabatannya dan menjadi Paus Emeritus. Diantar dengan helikopter, Benediktus akan bertolak ke rumah peristirahatan musim panas Kastel Gandolfo, yang terletak di pegunungan luar Roma.

    Pria yang memiliki nama asli Joseph Ratzinger itu akan tinggal di sana selama beberapa bulan hingga kediaman resminya di dalam Kota Vatikan selesai direnovasi. Kediaman ini sangat spesial karena dari taman rumah, Benediktus dapat menyaksikan kubah Basilika St. Peter.

    Seiring mundurnya Benediktus, cincin yang menandakan otoritasnya sebagai Paus akan dihancurkan. Paus baru akan memperoleh cincin pengganti untuk menunjukkan otoritasnya. Selain itu, peringatan mundurnya Benediktus dari Tahta Suci ditandai oleh peluncuran perangko baru bertuliskan Benedictus PP. XVI Renuntiat Ministero Petrino.

    Dalam kesempatan terpisah, majalah mingguan Italia, Panorama, melaporkan bahwa Menteri Dlaam Negeri Vatikan Kardinal Tarcisio Bertone tengah menggelar penyelidikan khusus ihwal terbongkarnya sejumlah skandal dalam Tahta Suci. Bertone bahkan memerintahkan penyadapan sejumlah pejabat di Vatikan. Sejumlah pihak berspekulasi mundurnya Benediktus disebabkan terbongkarnya jaringan gay bawah tanah Vatikan dan korupsi.

    L NEW YORK TIMES | LOS ANGELES TIMES | WALL STREET JOURNAL | SITA PLANASARI AQUADINI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.