Pecahan Meteor Palsu Dilelang di Cina

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pecahan meteor palsu yang dijual di Cina. rian.ru

    Pecahan meteor palsu yang dijual di Cina. rian.ru

    TEMPO.CO, Beijing -- Heboh jatuhnya meteor di Rusia rupanya memicu insting dagang pengusaha Cina. Pekan ini, sebuah laman Internet (website) di negeri itu menawarkan pecahan batu yang disebutkan sebagai meteor Rusia dengan harga sekitar Rp 155 juta.

    Selasa, 26 Februari 2013, para ilmuwan mengatakan telah menemukan serpihan meteor yang jatuh di Pegunungan Ural, yang mencederai 1.200 orang serta merusak ribuan rumah tersebut. Sejak meteor itu jatuh pada 15 Februari lalu, sedikitnya empat penjual berbeda menawarkan pecahan meteor di laman jual-beli Taobao.

    “Saya meminta teman di Rusia mengambilnya dan menjualnya di Taobao. Saat ini pecahan itu ada di Rusia. Beratnya sekitar 10 gram,” tulis salah seorang penjual di laman itu. Konon, pecahan meteor itu bisa menyembuhkan depresi.

    Penjual lain dari Shenyang, Provinsi Liaoning, mengklaim pecahan meteornya asli. “Harganya 100 ribu yuan (sekitar Rp 155 juta),” katanya sebelum memutuskan hubungan telepon saat ditanya lebih terperinci soal barang dagangannya.

    Para pakar memperingatkan bahwa pecahan meteor tersebut hampir pasti palsu. Zhu Jin dari Beijing Planetarium mengatakan 95 persen barang yang dijual itu buatan manusia. Ada juga yang mengatakan serpihan itu berasal dari remah-remah pembuatan baja. Pakar lain memperingatkan, bahkan jika pecahan meteor itu asli, serpihan tersebut bisa berbahaya bagi kesehatan manusia.

    THE DAILY TELEGRAPH | NATALIA SANTI

    Berita Internasional Terpopuler:
    Pria Ini Terkunci di Luar Kamar Hotel Tanpa Busana

    Informan FBI: Syekh Buta Akan Bunuh Warga Amerika

    Iran Sebut Film 'Argo' Hanya Iklan CIA 

    Mantan Serdadu Perang Vietnam jadi Menhan AS

    PBB Baru Hapus Nama Osama Pekan Lalu


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.