Raul Castro Pensiun pada 2018

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Kuba Raul Castro. AP/Ismael Francisco, Prensa Latina

    Presiden Kuba Raul Castro. AP/Ismael Francisco, Prensa Latina

    TEMPO.CO, Havana--Presiden Kuba Raul Castro menyatakan, dia hanya akan berkuasa sampai 2018. Menurutnya, masa jabatan yang ia emban dari 2013 adalah masa jabatan terakhir. "Ini akan jadi masa jabatan terakhirku," ujarnya, Ahad 24 Februari 2013 waktu setempat.

    Dalam pemilihan kembali oleh Majelis Nasional, Ahad lalu, Majelis juga Miguel Diaz-Canel Bermudez, 52 tahun, mantan menteri pendidikan tinggi, sebagai wakil presiden. Diaz-Canel juga dipandang akan menggantikan Raul. Jika Raul berhalangan dalam masa jabatan sampai 2018, maka Diaz-canel yang akan mengantikannya.

    Sejak awak, Raul telah menyatakan akan mengupayakan pembatasan masa jabatan politik, termasuk jabatan presiden. Raul resmi jadi presiden Kuba pada 2008, dua tahun setelah menggantikan kakaknya Fidel Castro.

    Selama masa jabatannya, Raul juga telah melonggarkan beberapa larangan kebebasan pribadi seperti memiliki komputer atau ponsel dan melonggarkan permohonan visa wisata keluar negeri. Namun Raul membantah kebijakannya sebagai banting stir ke kapitalisme. "Saya tak ingin kapitalisme bertahta di Kuba. Tapi tetap pada sosialisme, mempertahankan sosialisme dan terus menyempurnakan sosialisme," kata dia dalam pidatonya.

    Menurutnya, rencananya pensiun dan pemilihan wakil adalah "langkah definitif dalam pembentukan kepemimpinan masa depan bangsa," ujar Raul. Menurutnya, saat ini Kuba sedang dalam proses 'transendensi sejarah'.

    Raul dan Fidel telah memegang kekuasaan Kuba sejak revolusi pada 1959. Saat pembacaan pidato itu. Fidel, 86 tahun, kemarin ikut menampakkan diri. Sesuatu yang jarang terlihat sejak dia turun tahta pada 2006. Namun tak disebut kondisinya. Pers asing dilarang ikut menghadiri pemilihan oleh Majelis. Namun awal bulan ini, dia disebut terlihat lemah dan bungkuk.

    Kuba berjuang secara ekonomi sejak runtuhnya Uni Soviet pada 1991. Kini, mereka sangat bergantung pada dukungan pemerintah sayap kiri Venezuela. Hubungan dengan AS tetap bermusuhan. Mereka tak memiliki hubungan diplomatik dan selama beberapa dekade,blokade ekonomi masih berlaku.

    NUR ROCHMI | BBC | NYT

    Baca juga:
    Joget Harlem Shake, Empat Mahasiswa Ditangkap

    Paus Beri Pemberkatan Terakhir Sebelum Mundur

    Oscar Pistorius Ingin Bertemu Keluarga Reeva

    Kakak Oscar Pistorius Tabrak Wanita Hingga Tewas

    Korea Utara Buka Internet buat Orang Asing


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.