Presiden Suriah Dituding Lakukan Genosida  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bashar al-Assad. turner.com

    Bashar al-Assad. turner.com

    TEMPO.CO, Damaskus - Presiden Suriah Bashar al-Assad dituding telah melakukan genosida alias pembunuhan massal terhadap rakyatnya sendiri.

    Hingga saat ini, perang saudara di Suriah telah berlangsung lebih kurang dua tahun dan telah memakan korban 60 ribu jiwa lebih.

    "Assad benar-benar telah melakukan genosida di tengah kesenyapan dunia Arab dan kami membiarkan itu," kata George Sabra, Wakil Presiden Koalisi Nasional Suriah, kepada wartawan di Kairo, usai pertemuan dengan Kepala Utusan Liga Arab, Nabil Elaraby, Ahad, 24 Februari 2013.

    Sebuah pernyataan yang dikirimkan ke laman Facebook kelompok oposisi, Sabra, Jumat, 22 Februari 2013, mengatakan, mereka (para pemimpin Koalisi) tidak akan melakukan perjalanan ke Washington atau Moskow sebagai bentuk protes atas diamnya masyarakat internasional terhadap kejahatan rezim.

    Pada Jumat, 22 Februari 2013, pasukan pemerintah Suriah melancarkan serangan paling gres dengan sejumlah roket ke kawasan permukiman di sebelah timur Aleppo, menyebabkan jatuhnya 37 korban dan menghancurkan sejumlah rumah.

    Serangan, yang disebut dilakukan oleh Scud oleh para aktivis, menyebabkan skala kehancurkan yang begitu besar. Serangan sebelumnya menggunakan misil balistik buatan rusia.

    "Jumlah korban mencapai kurang lebih 30 orang dan lebih dari 50 rumah hancur," tulis kantor berita Reuters, mengutip sumber oposisi Suriah. "Dan di belakang gedung-gedung yang hancur itu, lebih dari 25 rumah warga rusak. Salah satu dari rumah tersebut dihuni seorang gadis yang kehilangan keluarganya."

    Serangan, Selasa, 19 Februari 2013 lalu, kata aktivis, menewaskan sedikitnya 33 orang ketika sebuah misil besar yang memiliki tipe sama dengan misil Scud menghantam Distrik Jabal Badro.

    AL JAZEERA | CHOIRUL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.