Alasan Oscar Pistorius Dibebaskan dengan Jaminan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Oscar Pistorius. AP/Themba Hadebe

    Oscar Pistorius. AP/Themba Hadebe

    TEMPO.CO, Pretoria - Pelari tanpa telapak kaki yang dijuluki Blade Runner, Oscar Pistorius, dibebaskan dari tahanan dengan jaminan pada hari Jumat. Hakim Desmond Nair menyatakan alasan disetujuinya pembebasan dengan jaminan karena ia meyakini Pistorius tidak akan kabur, juga tidak akan mengganggu saksi.

    Dia mengatakan, kasus ini cukup kuat untuk menjamin keyakinan sang atlet tak akan melarikan diri dari Afrika Selatan.

    Namun, Nair menambahkan, jaminan tak akan mempengaruhi penilaian atas kasus yang kini mendera Pistorius di pengadilan nantinya. Ia menyatakan, ada beberapa lubang yang serius dalam versi atlet itu terkait dengan kematian kekasihnya, Reeva Steenkamp, akibat luka tembak.

    Keputusan hakim itu disambut dengan teriakan gembira dari teman-teman dan keluarganya. Sedangkan Pistorius menerima putusan itu dengan menundukkan kepalanya dan menangis saat keluarganya mengulurkan tangan untuk menyentuhnya.

    Pada Jumat malam, Pistorius dilaporkan menuju ke rumah pamannya di pinggiran Kota Pretoria, di mana ia diminta mandi untuk pertama kalinya setelah delapan hari.

    Pria 26 tahun ini sebelumnya didakwa dengan pembunuhan berencana. Ia menghadapi hukuman seumur hidup jika terbukti bersalah.

    Di bawah jaminan, Pistorius akan bebas hanya di Pretoria--kecuali diberikan izin khusus--sampai sidang pembunuhan, yang bisa dilakukan setidaknya satu tahun lagi. Dia juga wajib melapor ke kantor polisi dua kali seminggu, yaitu pada Senin dan Jumat, menyerahkan paspor dan senjata api, menahan diri dari minuman beralkohol, dan tinggal jauh dari semua bandara. Dia juga dilarang mendatangi rumahnya di Pretoria, di mana Steenkamp meninggal pada dinihari, 14 Februari lalu.

    TELEGRAPH | TRIP B


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.