Usai Dioperasi, Hugo Chavez Susah Nafas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Venezuela Hugo Chavez. REUTERS/Jorge Silva

    Presiden Venezuela Hugo Chavez. REUTERS/Jorge Silva

    TEMPO.CO, Carcas - Presiden Venezuela, Hugo Chavez, masih mengalami masalah pernafasan usai menjalani operasi kanker di Havana, Kuba, selama dua bulan. Demikian keterangan pejabat kementerian Venezuela kepada media, Kamis, 21 Februari 2013.

    Menteri Informasi Venezuela, Ernesto Villegas, mengatakan Chavez masih menjalani perawatan di rumah sakit militer di Caracas.

    "Beliau (Chavez) masih mengalami masalah pernafasan pascaoperasi. Saat ini beliau menjalani perawatan," demikian bunyi komunike dari kantor Kepresidenan mengenai kondisi kesehatan Chavez sejak kembali ke Venezuela, Senin, 18 Februari 2013.

    Dalam pernyataan yang disampaikan oleh Villegas di depan layar televisi, Jumat, 22 Februari 2013 dikatakan bahwa perawatan dilakukan terhadap penyakit-penyakit dasar Chavez, yang diketahui menderita kanker pada pertengahan 2011.

    Pemerintah hanya sedikit sekali menyampaikan informasi mengenai kondisi kesehatan Presiden Chavez kepada publik. Chavez telah memerintah Venezuela selama 14 tahun.

    Sejak menjalani operasi kanker pada 11 Desember 2011 di Havana--ini operasi keempat untuk penyakit kankernya--pemerintah hanya melayangkan foto-foto Chavez kepada publik pada pekan lalu. Dalam foto itu, tampak Chavez tersenyum di tempat tidur didampingi kedua putrinya, seperti dimuat sejumlah koran.

    AL JAZEERA | CHOIRUL

    Berita dunia lainnya:
    Wanita Jepang Sewakan Paha Untuk Iklan
    Dubes Pakistan untuk AS Didakwa Lecehkan Agama

    Inggris Tolak Kembalikan Berlian India

    Jepang Gantung Tiga Pelaku Pembunuhan

    Mesir Mengesahkan Beleid Pemilu

    Aksi Mogok Berlanjut, Mesin ATM India Kosong


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.