Mortir Meledak, Pemain Bola Tewas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Luapan kegembiraan terpancar dari wajah para pemain timnas Suriah yang berhasil menjuarai kompetisi antarnegara Asia Barat, Piala WAFF, di Kuwait (12/20). REUTERS/Tariq AlAli

    Luapan kegembiraan terpancar dari wajah para pemain timnas Suriah yang berhasil menjuarai kompetisi antarnegara Asia Barat, Piala WAFF, di Kuwait (12/20). REUTERS/Tariq AlAli

    TEMPO.CO, Damaskus -- Peluru memang tak punya mata. Kali ini, dua buah mortir yang menghantam dekat stadium menewaskan pemain bola yang sedang bersiap latihan pada Rabu, 20 Februari 2013. Youssef Suleiman, 19 tahun, pemain klub Al Wathah yang bermarkas di Kota Homs itu terluka saat masih di hotel. Namun, usai dilarikan ke rumah, jiwanya tak tertolong.

    Kantor berita pemerintah SANA melaporkan, mortir itu mendarat di kawasan Stadium Tishrin. Mortir itu meledak mengenai kaca di lantai pertama. Rekan korban dari satu klub menyatakan, mortir itu mendarat tepat di depan hotel tempat mereka menginap. "Kami sedang mengumpulkan barang barang sebelum menuju stadium. Lalu kami dengar ledakan dan kaca kaca jendela kemudian pecah," ujar Ali Ghosn, 20 tahun, rekan satu timnya. Saat ledakan pertama terjadi, mereka lari ke koridor untuk menyelamatkan diri. Lalu ledakan kedua terjadi. Ghosn melihat Youssef terluka, lehernya berdarah. Tiga pemain lainnya terluka parah.

    Serangan mortir ini hanya beberapa jam sebelum pertandingan melawan Al Mawaair dalam liga domestik Suriah. Pertandingan akhirnya dibatalkan karena Suriah saat ini masih berkecamuk. Sejak Maret 2011, pasukan pemberontak hendak menggulingkan Presiden Bashar Al Asad. Namun, pasukan pemerintah tak tinggal diam. Akibat perang saudara ini, pertandingan bola berulang kali dibatalkan. "Kami adalah pemain bola, mereka adalah penjahat," kata Ghosn. Youssef yang bermain di posisi striker itu juga merupakan satu pemain tim muda nasional Suriah.

    Youssef bukanlah korban satu-satunya. Dalam perang saudara ini, PBB mengatakan setidaknya 70 ribu orang telah tewas. Masyarakat internasional sudah kehabisan akal bagaimana mengakhiri pertumpahan darah di Suriah. Rusia dan Liga Arab pekan lalu menawarkan pembicaraan antara rezim Assad dan oposisi yang berbasis di Kairo. Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan Moskow dan Liga Arab sedang berusaha untuk membangun kontak langsung antara kedua belah pihak. Menurut dia, negoisasi akan mengakhiri pertempuran. Simak situasi panas di Syuriah.

    WASHINGTONPOST | NUR ROCHMI

    Baca juga:
    Yusril: Andrea Hirata Dipojokkan

    Diberhentikan SBY, Bupati Aceng Membangkang

    Agnes Monica, Selebrita Berpakaian Terburuk

    Kata Andrea Hirata Soal Tudingan ke Laskar Pelangi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.