Putin Berkeras Rusia Pemilik Sah Teks Yahudi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Russia Vladimir Putin. REUTERS/Sebastien Pirlet

    Presiden Russia Vladimir Putin. REUTERS/Sebastien Pirlet

    TEMPO.CO, Moskow - Presiden Rusia Vladimir Putin kembali menegaskan bahwa teks Yahudi yang disengketakan akan tetap berada di Rusia. "Koleksi Schneerson milik Rusia," katanya.  Menurut dia, mengembalikannya ke New York akan menjadi preseden yang membuka jalan bagi klaim ke masa Uni Soviet.

    Perselisihan atas dokumen yang diklaim oleh Chabad-Lubavitch, sebuah kelompok Yahudi Amerika Serikat, menjadi tonggak baru ketegangan antara Moskow dan Washington, sejak kembalinya Putin ke Kremlin pada bulan Mei. Naskah ini disita oleh Uni Soviet dari pasukan Nazi selama Perang Dunia Kedua.

    Seorang hakim di Washington pada Januari memerintahkan Rusia untuk membayar US$ 50 ribu sehari sebagai denda atas kegagalan untuk mematuhi keputusan 2010 untuk mengembalikan koleksi itu. Putusan ini memicu reaksi marah dari Moskow, yang menyebut keputusan itu "benar-benar melanggar hukum dan provokatif".

    "Jika kita sekarang membuka kotak Pandora dan mulai memuaskan permintaan serupa, tidak akan ada akhir untuk klaim ini. Mungkin suatu hari kita akan mampu melakukannya, tapi sekarang kami benar-benar tidak siap untuk ini. Ini tidak mungkin," kata Putin.

    Pengumpulan teks Yahudi telah menjadi subyek dari hukum dan sengketa diplomatik sejak sebelum Uni Soviet runtuh pada 1991. Akhir tahun lalu, Yahudi Hungaria meminta Rusia untuk mengembalikan gulungan dan barang-barang berharga lainnya yang dijarah oleh Nazi dan kemudian dibawa oleh Tentara Merah selama Perang Dunia II. Pada saat itu, Moskow tidak mengomentari klaim yang didukung oleh pemerintah Hungaria itu.

    AP | TRIP B



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.