Evakuasi, Rusia Kirim Kapal Perang ke Suriah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana di kedutaan besar Suriah di Moskow, Rusia, tampak tenang pada 30 Januari silam. Rusia merupakan salah satu sekutu kuat Suriah. REUTERS/Sergei Karpukhin

    Suasana di kedutaan besar Suriah di Moskow, Rusia, tampak tenang pada 30 Januari silam. Rusia merupakan salah satu sekutu kuat Suriah. REUTERS/Sergei Karpukhin

    TEMPO.CO, Moskow - Menteri Pertahanan Rusia, Selasa, 19 Februari 2013, mengatakan, Moskow mengirimkan empat kapal perang menuju Laut Tengah guna menghadapi krisis terburuk di Suriah. Moskow juga bersiap diri mengevakuasi warganya dari sana.

    Selain armada perang, Menteri Pertahanan menjelaskan dalam sebuah pernyataan kepada kantor berita Rusia, sekutu dekat Suriah itu juga mengirimkan empat pesawat tempur untuk bergabung dengan armada lainnya yang mengemban tugas di kawasan.

    Seorang sumber militer yang dikutip oleh RIA Novosti mengatakan, gugus tempur pasukannya dapat ambil bagian dalam evakuasi warga Rusia di Suriah.

    "Kendati gugus tugas kapal perang tidak diumumkan, namun armada laut Rusia dapat diasumsikan bahwa mereka bisa turut ambil bagian mengevakuasi warga Rusia dari Suriah, sesuai dengan situasi yang berkembang," kata sumber.

    Sebelumnya, Rusia telah mengirimkan dua pesawat untuk mengangkut warga Rusia yang ingin meninggalkan Suriah. Sedangkan empat kapal yang sekarang menuju Laut Tengah disiapkan guna mengangkut warga lebih banyak.

    Kantor Kementerian Pertahanan mengatakan dalam pernyataan kepada kantor berita Rusia, kapal-kapal perang berada dalam tugas militer, tetapi tidak dijelaskan secara detail.

    AL ARABIYA | CHOIRUL

    Baca juga
    Dewan: Gubernur Jangan Cuma Kelalang-keliling

    Menteri Suswono Dicecar KPK Soal Pertemuan Medan

    ICW: Suswono Tinggal Menunggu Giliran


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.