Pakistan Tahan Pembunuh Kaum Syiah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Asap tebal terlihat setelah serangan bom di wilayah muslim Syiah di Quetta, Pakistan, Sabtu (16/2). REUTERS/Naseer Ahmed

    Asap tebal terlihat setelah serangan bom di wilayah muslim Syiah di Quetta, Pakistan, Sabtu (16/2). REUTERS/Naseer Ahmed

    TEMPO.CO, Islamabad - Pasukan keamanan Pakistan, Selasa, 19 Februari 2013, membunuh empat pria dan menahan tujuh orang yang diduga sebagai pelaku pembunuhan kaum Syiah. Mereka juga didakwa sebagai otak di belakang peledakan bom, Sabtu, yang menewaskan 89 orang.

    Pakistan melancarkan operasi keamanan di pinggiran Kota Quetta, tempat ribuan anggota etnis minoritas Hazara membutuhkan perlindungan keamanan dan menolak pemakaman korban ledakan bom, Sabtu pekan lalu, di komunitas mereka.

    Sekretaris Wilayah Provinsi Baluchistan, Akbar Hussain Durrani, dan Kolonel Maqbool Ahmed dari Korps Paramiliter Gugus Depan, mengatakan, pembunuhan dan penahanan dilakukan dalam masa operasi pemulihan keamanan.

    "Yang kita bunuh adalah target utama. Mereka terlibat dalam pembunuhan kaum Syiah dan pejabat senior kepolisian," kata Durrani.

    Salah satu otak peledakan bom di pinggiran Quetta, Kota Hazara, Sabtu, Durrani menambahkan, yang menewaskan 89 orang dan melukai lebih-kurang 200 lainnya, di antara yang ditahan.

    Pejabat intelijen dan paramiliter dalam operasi pemulihan keamanan itu juga menyita material bom, senjata, rompi bom bunuh diri, dan amunisi. Penahanan berlangsung beberapa jam sebelum sejumlah menteri Pakistan tiba di Quetta.

    Ribuan perempuan, pria, dan anak-anak tampak memblokade sebuah jalan di Quetta. Mereka menolak mengakhiri aksi duduk hingga otoritas Pakistan menindak tegas ekstremis serangan Sabtu. Protes serupa terjadi setelah 92 orang tewas akibat serangan bom bunuh diri di Snooker Hall Hazara di Quetta, 10 Januari 2013. Kelompok militan Lashkar-e-Jhangvi mengaku bertanggung jawab atas kedua ledakan di Quetta, kota kecil tempat agen intelijen dan militer bermarkas.

    AL JAZEERA | CHOIRUL

    Berita populer:
    PKS Keberatan Anak Hilmi Dicekal
    Jaringan Pemalsu Dokumen Kredit Bank Dibongkar
    Petinggi PKS Klaim Putra Hilmi Sering Ke Turki
    SBY Dipastikan Setuju Aceng Dicopot
    Demokrat Segera Pecat Angelina dari DPR
    Suswono Akui Bertemu Luthfi di Medan, Ini Kata KPK


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.