Suhu Lembah Oymyakon Capai Minus 71 Derajat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • REUTERS/Mikhail Voskresensky

    REUTERS/Mikhail Voskresensky

    TEMPO.CO, Moskow - Lembah Oymyakon berada di timur laut Rusia. Sepanjang Januari 2013, suhu rata-rata di dusun itu berkisar minus 50 derajat Celsius. Kini, temperatur udara Oymyakon anjlok ke angka minus 71 derajat Celsius. "Bahkan tak ada pesawat yang mampu mendarat pada musim dingin," tulis Mail Online, Senin, 18 Februari 2013.

    Dikenal sebagai "Kutub Dingin", Oymyakon menjadi desa hunian terdingin di dunia, dengan jumlah penduduk sekitar 500 orang. Pada 1920-1930, Oymyakon menjadi tempat persinggahan penggembala rusa. Untuk menyelesaikan masalah penduduk nomaden, pemerintah, kala itu Soviet, membangun permukiman permanen di Oymyakon.

    Dalam kesehariannya, penduduk Oymyakon kerap menghadapi pelbagai masalah, dari tinta pena yang mudah membeku, wajah yang sering dihinggapi es beku, serta baterai yang gampang kehilangan daya. Bahkan, penduduk Oymyakon kerap membiarkan kendaraan dalam posisi menyala, meski tengah terparkir. Sebab, mereka khawatir akan sulit kembali menghidupkan mobil itu. "Bahkan sinyal telepon genggam kerap hilang karena suhu yang terlalu dingin."

    Masalah lain timbul kala ada penduduk yang meninggal. Untuk penguburan, keluarga yang tengah berduka memerlukan waktu selama tiga hari. Pertama, mereka harus mencairkan lapisan es dari permukaan tanah, sehingga dapat melakukan penggalian. Untuk pencairan ini, mereka akan menyalakan api unggun selama beberapa jam.

    Setelah lapisan es mencair, api unggun akan dimatikan. Penggalian beberapa inci pun dilakukan. Proses ini terus berulang selama beberapa hari hingga kedalaman lubang cukup untuk mengubur peti mati. "Ironisnya, nama Oymyakon berarti air panas. Nama yang diambil dari sumber air panas di dekat desa itu," tulis Mail Online.

    Guna mendapatkan panas serta menikmati fasilitas modern, penduduk Oymyakon membakar batu bara dan kayu. Rendahnya suhu udara pun membuat tumbuhan tak bisa hidup di sana. Sehingga penduduk harus menyantap daging rusa dan kuda, setiap hari. Meski tanpa sayur, penduduk di sana tak menderita kekurangan gizi. Sebab mereka mengonsumsi susu hewan yang mengandung banyak mikronutrien.

    Desa ini berada 750 meter di atas permukaan laut. Panjang harinya beragam, dari 3 jam pada Desember, serta 21 jam di musim panas. Untuk pendidikan, anak-anak tetap sekolah seperti di kota lain. "Mereka baru libur jika suhu udara di bawah minus 52 derajat Celsius."

    MAIL ONLINE | CORNILA DESYANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.