PM India Janji Transparan Soal Skandal Helikopter  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perdana Menteri India Manmohan Singh. AP/Carolyn Kaster

    Perdana Menteri India Manmohan Singh. AP/Carolyn Kaster

    TEMPO.CO, New Delhi — Perdana Menteri India Manmohan Singh menegaskan, pemerintah tidak memiliki rahasia dalam transaksi jual-beli helikopter senilai US$ 750 juta atau Rp 7,2 triliun dengan perusahaan patungan Italia-Inggris, Finmeccanica.

    Dalam pernyataan pertama setelah penangkapan Direktur Utama Finmeccanica, Giuseppe Orsi, di Italia pekan lalu, Singh berjanji akan membuka masalah ini dalam pertemuan dengan parlemen besok.

    “Sidang parlemen akan menjadi forum yang tepat untuk membahas semua masalah yang diangkat oposisi. Kami siap berdiskusi karena tak ada yang disembunyikan,” kata Singh kepada wartawan di Ibu Kota New Delhi, Senin, 18 Februari 2013.

    Skandal suap dalam pembelian 12 helikopter mewah AgustaWestland terungkap pekan lalu. Polisi Italia menangkap pemimpin perusahaan Finmeccanica yang dituding memberikan suap kepada S.P. Tyagi, bekas kepala angkatan udara India pada 2010. Sepupu Tyagi, Sanjeev, menjadi mediator antara kedua pihak dalam transaksi haram tersebut.

    Baik Tyagi maupun Sanjeev membantah menerima suap.

    Kementerian Pertahanan memutuskan untuk menunda kesepakatan bisnis, meski India telah menerima tiga dari 12 helikopter yang dijanjikan. Sejatinya, selusin helikopter eksekutif ini akan digunakan oleh sejumlah petinggi negara, termasuk perdana menteri.

    Selain itu, Badan Investigasi Pusat India (CBI) mengirim sejumlah penyidik dan pejabat kementerian hukum ke Roma. “Tujuan utama tim ini adalah untuk mengumpulkan sebanyak mungkin bukti terkait dengan dugaan kasus korupsi dalam transaksi tersebut,” ujar Sitanshu Kar, juru bicara CBI.

    Dalam kesempatan terpisah, Perdana Menteri Inggris David Cameron tiba di Mumbai untuk kunjungan tiga hari di India. Meski mengusung kerja sama ekonomi dengan India, Cameron diduga bakal terseret skandal pembelian helikopter ini. Sebab, helikopter mewah pilihan India itu dibuat di sebuah pabrik di kawasan tenggara Inggris. Namun, hingga berita ini diturunkan, tidak ada pernyataan resmi Cameron ihwal skandal tersebut.

    REUTERS | DAWN | THE HINDUSTAN TIMES | SITA PLANASARI AQUADINI

    Berita Terpopuler Lainnya
    Pengakuan Kolega Maharani Suciyono: 60 Juta/Bulan!
    Wawancara Mucikari Ayam Kampus
    Tujuh Partai Bergabung dengan PAN

    Isak Tangis Warnai Ulang Tahun Raffi Ahmad

    Sebab Meteor Rusia Tak Terdeteksi

    Anas : Pidato SBY Sudah Jelas Top



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.