Serangan Susulan di Pakistan, Empat Orang Tewas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Asap tebal terlihat setelah serangan bom di wilayah muslim Syiah di Quetta, Pakistan, Sabtu (16/2). REUTERS/Naseer Ahmed

    Asap tebal terlihat setelah serangan bom di wilayah muslim Syiah di Quetta, Pakistan, Sabtu (16/2). REUTERS/Naseer Ahmed

    TEMPO.CO, Islamabad - Sedikitnya empat orang dilaporkan tewas dan beberapa lainnya cedera dalam sebuah serangan di kantor agen kantor pemerintahan Pakistan di sebelah barat daya Peshawar.

    Ledakan serangan disusul suara tembakan pada Senin, 18 Februari 2013, terdengar di kompleks Muttahirzeb Khan, kawasan yang menjadi kantor tempat perwakilan pemerintah di daerah pedalaman.

    Saksi mata mengatakan hampir seluruh korban adalah petugas keamanan. Insiden ini diduga berawal dari dua orang pelaku bom bunuh yang diri memasuki kompleks, tempat pertemuan antara pimpinan suku pedalaman dan perwakilan pemerintah.

    "Kami sedang mengadakan pertemuan dan beberapa di antaranya bergabung bersama kami ketika tembakan dimulai ke dalam kompleks. Selanjutnya terdengar ledakan keras dan tembakan senapan," kata Niaz Ahmad Khan, politikus dari suku pedalaman. "Saya katakan kepada petugas keamanan, ini serangan teroris."

    Dia katakan, dia melihat dua mayat dan beberapa orang cedera tergeletak di lantai di dalam kantor. Belum ada yang mengaku bertanggung jawab atas serangan mematikan ini. Namun, Taliban Pakistan kerap melakukan serangan serupa.

    Kelompok-kelompok bersenjata agama dan sektarian dalam beberapa bulan ini merangsek masuk ke Pakistan sebelum pemilihan umum nasional. Pada Sabtu, 16 Februari 2013, 85 orang, hampir semuanya muslim Syiah, tewas dalam sebuah serangan bersenjata oleh kelompok pro-Suni di Kota Quetta.

    AL JAZEERA | CHOIRUL

    Berita Terpopuler Lainnya
    Pengakuan Kolega Maharani Suciyono: 60 Juta/Bulan!
    Wawancara Mucikari Ayam Kampus
    Tujuh Partai Bergabung dengan PAN

    Isak Tangis Warnai Ulang Tahun Raffi Ahmad

    Sebab Meteor Rusia Tak Terdeteksi

    Anas : Pidato SBY Sudah Jelas Top


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.