India Usut Kasus Suap Pembelian Helikopter Italia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Helikopter produksi perusahaan penerbangan dan pertahanan Italia, Finmeccanica. washingtonpost.com

    Helikopter produksi perusahaan penerbangan dan pertahanan Italia, Finmeccanica. washingtonpost.com

    TEMPO.CO, New Delhi — Kesepakatan jual-beli helikopter antara India dan Italia terancam batal. Ancaman ini menyusul ditangkapnya Giuseppe Orsi, direktur perusahaan penerbangan dan pertahanan Italia, Finmeccanica, pada Selasa lalu. Aparat Italia menuding Orsi menyuap pemerintah India agar transaksi penjualan 12 helikopter mewah ke India berjalan mulus.

    “Kami akan membatalkan transaksi dan memasukkan Finmeccanica dalam daftar hitam, jika tuduhan tersebut terbukti di pengadilan Italia,” kata Menteri Pertahanan India A.K. Antony kepada wartawan kemarin.

    Pemerintah India juga memerintahkan Badan Investigasi Pusat untuk menyelidiki tuduhan suap dalam pembelian helikopter yang akan digunakan oleh para politikus. “Jika ada yang terlibat dalam kasus ini, akan menerima hukuman setimpal. Tidak akan ada yang tertinggal,” kata Antony.

    Hingga berita ini diturunkan, belum ada bukti ada pihak India yang tersangkut suap dalam kontrak senilai US$ 754 juta atau Rp 7,2 triliun itu. Namun Antony menyayangkan penolakan Italia untuk berbagi informasi dalam kasus ini. “Sejak hari pertama, kami sudah meminta keterangan secara resmi melalui kedutaan di Roma. Tapi, hingga saat ini, belum ada penjelasan secara detail,” ujarnya.

    Giuseppe Orsi diduga memberikan uang suap sebesar 40 juta rupee atau Rp 7 miliar kepada S.P. Tyagi, Kepala Angkatan Udara India yang menjabat pada 2010. Penyuapan dilakukan Orsi saat masih menjabat sebagai kepala unit helikopter Finmeccanica.

    Namun Tyagi membantah tudingan itu. “Saya tidak bersalah. Tuduhan itu tidak berdasar karena perjanjian diteken pada 2010, sedangkan saya sudah pensiun sejak 2007,” tutur Tyagi. Ia juga membantah mengubah spesifikasi helikopter untuk menguntungkan Finmeccanica.

    India, importir senjata terbesar di dunia, memiliki sejarah panjang dalam korupsi pembelian barang impor. Salah satunya adalah pembelian senjata dari perusahaan Bofor di Swedia, yang tercoreng skandal jutaan dolar yang menjatuhkan Perdana Menteri Rajiv Gandhi pada periode 1980-an.

    REUTERS | AP | HINDUSTAN TIMES | SITA PLANASARI AQUADINI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.