PM Tunisia Mundur Jika Partai Ennahda Tolak Idenya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hamadi Jebali. alarabiya.net

    Hamadi Jebali. alarabiya.net

    TEMPO.CO, Tunis - Situasi politik di Tunisia kian memanas sepeninggal tokoh oposisi Chokri Belaid yang tewas ditembak di depan rumahnya pekan lalu. Bahkan, perpecahan di tubuh pemerintahan dan partai berkuasa kian kental. Hal itu tergambar dalam sebuah wawacara khusus Perdana Menteri Tunisia, Hamadi Jebali, dengan Al Arabiya, Ahad, 10 Februari 2013.

    Pada kesempatan interview itu, Jebali mengancam mengundurkan diri jika Ennahda, partai yang membesarkannya, menolak usulan membentuk pemerintahan baru independen yang diisi para teknokrat.

    Jebali, yang beraliansi dengan kelompok kiri tengah termasuk Presiden Moncef Marzouki, selama ini mendapatkan dukungan dari oposisi sekuler. Jebali telah menetapkan target tanggal perombakan kabinet pada pertengahan pekan ini.

    Namun, basis politik partainya, Partai Islam Ennahda, memperingatkan bahwa mereka akan turun ke jalan seperti pada Sabtu, 9 Februari 2013, ketika ribuan pendukungnya unjuk rasa di Tunis sehingga Ennahda memenangkan pemilu Oktober 2011.

    Pada wawacara itu, Jebali memperingatkan bahwa Tunisa telah memasuki lereng miring berbahaya menyusul pembunuhan tokoh oposisi liberal, Chokri Belaid. Oleh sebab itu, dia meminta partainya mempertimbangkan kepentingan nasional.

    Dia menolak laporan yang sebelumnya menyebutkan bahwa dirinya mengundurkan diri atau merencanakan mundur sebagai Sekretaris Jenderal partai. "Saya tidak akan mundur dari Ennahda, itu sikap partai yang mesti dihormati. Saya tumbuh bersama partai, tetapi saya sangat sedih jika Ennahda mengusir saya," kata Jebali.

    Jebali menambahkan, pembunuhan Belaid memiliki target revolusi dan berusaha memecah belah rakyat. Namun, harus diakui bahwa tragedi pembunuhan itu telah memperburuk situasi di Tunisia. "Peluru yang ditembakkan ke Chokri Belaid bertujuan memicu revolusi Tunisia," dia menjelaskan.

    Jebali meminta masyarakat tenang. Dia juga menyerukan agar masyarakat bersikap hati-hati melancarkan tuduhan atas pembunuhan Belaid. Dia mengatakan, "Kekerasan politik adalah bahasa baru di Tunisia yang pasti tidak akan kami terima," ujarnya seraya menambahkan, negara harus segera menggelar investigasi untuk menemukan pelaku pembunuhan Belaid.

    AL ARABIYA | CHOIRUL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.