Suriah dan Oposisi Lakukan Pertemuan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang tentara pembebasan Suriah membawa peluncur roket melewati reruntuhan bangunan di Kota Homs, Suriah (30/1). REUTERS/Yazan Homsy

    Seorang tentara pembebasan Suriah membawa peluncur roket melewati reruntuhan bangunan di Kota Homs, Suriah (30/1). REUTERS/Yazan Homsy

    TEMPO.CO, Damaskus - Pemimpin oposisi Suriah, Mouaz al-Khatib, mengatakan, dia akan berbicara dengan perwakilan Presiden Bashar al-Assad di kawasan yang dikuasai pemberontak di sebelah utara Suriah. Pertemuan itu dimaksudkan untuk mengakhiri konflik yang menewaskan lebih dari 60.000 orang.

    Tujuan pembicaraan, menurut al-Khatib melalui akun Facebook, dimaksudkan juga guna mencari jalan bagi Assad meninggalkan kekuasaan dengan meminimalkan pertumpahan darah dan kerusakan.

    "Jika rezim menaruh perhatian atas kedaulatan nasional dan tidak ingin meninggalkan wilayah Suriah, solusinya adalah membebaskan wilayah utara Suriah," katanya.

    Al-Khatib bertemu dengan utusan internasional untuk Suriah, Lakhdar Brahimim, di Kairo, Ahad, 10 Februari 2013. Pada pertemuan itu, Brahimi menyerukan kepada pemimpin oposisi agar terus berdialog dengan pemerintahan Damaskus.

    Brahimi memainkan peran penting dalam mengorganisasi pertemuan antara al-Khatib dan menteri luar negeri Rusia dan Iran, serta para pendukung Assad di Muenchen, Jerman, pekan lalu.

    Ikhwanul Muslimin, kelompok yang menguasai blok Koalisi Nasional pimpinan al-Khatib, menentang adanya inisiatif dialog dengan pemerintahan Damaskus. Tetapi, mereka tidak secara langsung menentang otoritas yang dimiliki al-Khatib. Menurut beberapa sumber, inisiatif ini dapat meningkatkan popularitas di Suriah.

    Otoritas Suriah tidak merespons secara langsung inisitaif al-Khatib. Namun, Menteri Dalam Negeri Suriah, Amran al-Zoubi, Jumat, 8 Februari 2013, menjelaskan mengenai garis kebijaksanaan pemerintah bahwa pada dasarnya mereka menyambut baik kedatangannya ke Damaskus guna mendiskusikan masa depan Suriah. Al-Khatib memimpin Dewan Nasional Suriah sejak lembaga ini didirikan Desember tahun lalu di Qatar bersama negara-negara barat dan Teluk.

    AL JAZEERA | CHOIRUL

    Berita terpopuler lainnya:
    Jejak Anis Matta di Tas Ahmad Fathanah

    FPI Solo Desakkan Pembubaran Densus 88

    Status Hukum Anas Urbaningrum Masih Menggantung

    Film Hina Nabi, Mesir Blokir Youtube Sebulan
    Tiada Anas Urbaningrum di Pertemuan DPD di Cikeas

    Ratusan Pegawai Pajak Bisa Akses SPT Pajak SBY

    Korupsi Al Quran:Siapa Si Raja, Panglima, Prajurit


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.