Feri Bangladesh Tenggelam

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyelam melompat ke Sungai Meghna untuk mencari korban hilang kapal feri yang tenggelam di Distrik Munshiganj (13/3). REUTERS/Andrew Biraj

    Penyelam melompat ke Sungai Meghna untuk mencari korban hilang kapal feri yang tenggelam di Distrik Munshiganj (13/3). REUTERS/Andrew Biraj

    TEMPO.CO, DHAKA—Sekitar 50 penumpang hilang setelah sebuah kapal feri yang mengangkut 100 orang, tenggelam di sungai Bangladesh, Jumat 8 Februari 2013. Kapal feri berukuran kecil itu tengah melintasi Sungai Meghna ketika bertubrukan dengan sebuah kapal pengangkut pasir di dekat Kota Gazaria. 

    Sekitar 50 penumpang berhasil menyelamatkan diri saat kapal kayu tersebut mulai tenggelam. Namun separuh penumpang lainnya belum ditemukan. “Sejauh ini diduga terdapat sekitar 100 orang di atas feri. Kami menghitung masih ada 40 penumpang yang belum ditemukan,” kata Jahangir Hossain, kepala polisi setempat.

    Saifuddin Badal, kepala distrik Munshiganj, lokasi tempat musibah itu terjadi, mengungkapkan angka yang berbeda. “Data terakhir masih ada 50 penumpang yang belum ditemukan,” ujarnya dalam kesempatan terpisah.

    Perbedaan data disebabkan buruknya dokumentasi penumpang dalam transportasi publik Bangladesh. Apalagi banyak penumpang membeli tiket di atas kapal.

    Ratusan warga kini berkumpul di lokasi kejadian untuk menunggu kabar keluarga mereka yang menjadi korban. Seorang penumpang bernama Khokhon Molik sedang mencari 17 kerabatnya yang berada di atas kapal. “Kami belum menemukan mereka semua,” ungkap Molik, khawatir.

    Kapal naas bernama Sarosh itu menurut Badal berlayar dari ibu kota Dhaka menuju Chandpur. Lokasi kecelakaan kali ini sama persis dengan insiden serupa tahun lalu yang menewaskan 147 penumpang feri. Musibah yang terjadi pada Maret 2012 itu terjadi akibat tubrukan kapal feri dengan sebuah kapal kargo.

    Tim penyelamat dilaporkan telah tiba di lokasi untuk mengevakuasi korban dan kapal feri yang tenggelam. “Kami berharap dapat menarik kapal secepatnya,” ujar Badal. Selain itu, tim regu penyelam juga telah berada di lokasi musibah untuk mencari lokasi tenggelamnya kapal.

    Sejauh ini belum diketahui pasti penyebab tenggelamnya kapal feri itu. Namun, Bangladesh memiliki sejarah panjang kecelakaan kapal feri akibat buruknya standar keselamatan dan seringnya kapal membawa penumpang melebihi kapasitas. Kapal feri merupakan transportasi utama bagi negara tersebut.

    L CHANNEL NEWS ASIA | THE INDEPENDENT | AP | SITA PLANASARI AQUADINI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.