Tunisia Bentuk Pemerintahan Baru  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pendukung Partai Islam moderat, Partai Ennahda bersuka ria, setelah partai tersebut mengklaim telah menang dalam pemilu di Tunis, Tunisia (25/10). AP/Benjamin Girette

    Pendukung Partai Islam moderat, Partai Ennahda bersuka ria, setelah partai tersebut mengklaim telah menang dalam pemilu di Tunis, Tunisia (25/10). AP/Benjamin Girette

    TEMPO.CO, Tunis - Perdana Menteri Tunisia, Hamadi Jebali, mengatakan dia akan mengurangi peran Islam dalam pemerintahannya dan membentuk pemerintahan baru menyusul tewasnya tokoh oposisi sekuler Shokri Belaid di depan kediamannya.

    Pernyataan Jebali ini diumumkan dalam sebuah pidato secara nasional, Rabu, 6 Februari 2013. Menurut Jebali, dia akan membentuk kabinet teknokrat untuk mengendalikan negara hingga pemilihan umum mendatang.

    "Setelah gagal bernegosiasi dengan sejumlah partai soal reshuffle kabinet, saya memutuskan membentuk pemerintahan teknokrat," kata Jebali. Dia menambahkan, beberapa menteri-menteri sudah tidak menjabat lagi, tetapi pemilu bakal segera digelar secepat mungkin."

    Seorang sumber mengatakan kepada kantor berita Reuters, keputusan Jebali itu diambil secara pribadi untuk kepentingan negara terkait dengan tewasnya Belaid, pemimpin partai Patriot Demokratik yang tewas pada Rabu, 6 Februari 2013, saat meninggalkan rumahnya.

    Belaid tewas dalam perjalanan menuju rumah sakit di pinggiran Tunis karena menderita luka serius akibat ditembak orang tak dikenal. Kematian Belaid ini dibenarkan oleh saudara laki-lakinya.

    Menyusul kabar kematian Belaid, kekerasan dan unjuk rasa pecah di jalan-jalan Tunis. Koresponden Al Jazeera di Tunis, Ahmed Janabi, melaporkan bahwa bentrok kekerasan melibatkan antara pendukung Belaid dengan kepoisian di sepanjang jalan utama Habib Borguiba Avenue. Aparat kepolisian menggunakan gas air mata dan pentungan untuk membubarkan pengunjuk rasa. Sebagian dari mereka ditahan. Pada upacara pemakaman Belaid, pendukungnya meneriakkan kalimat, "Rakyat ingin rezim turun" di sekitar ambulans yang membawa Belaid ke liang lahat.

    AL JAZEERA | CHOIRUL

    Terpopuler:
    Indonesia Disebut Terlibat Program Rahasia CIA

    Acungkan Jari Tengah, Pramugari Dipecat

    Ahmadinejad Dilempar Sepatu di Masjid Mesir

    Gara-gara Coca Cola, Puluhan Gigi Pria Ini Hancur

    Terbukti Plagiat, Gelar Doktor Menteri Dicopot

    Gempa 8 Skala Richter Guncang Kepulauan Solomon

    Pasangan Gay Pendiri Facebook Melaju ke Kongres


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.