Pakistan Bangun Taman Bermain di Kota Bin Ladin  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah penduduk melihat rumah tempat Usamah bin Laden tewas di Abbottabad, Pakistan (5/5). REUTERS/Erik de Castro

    Sejumlah penduduk melihat rumah tempat Usamah bin Laden tewas di Abbottabad, Pakistan (5/5). REUTERS/Erik de Castro

    TEMPO.CO, Islamabad - Pemerintah Pakistan membangun sebuah taman bermain di Abbottabad, kota tempat Osama bin Laden ditemukan dan dibunuh oleh pasukan khusus Amerika Serikat. Pembangunan tempat rekreasi ini diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan.

    Keberadaan taman tersebut tak memiliki kaitan dengan pemimpin Al-Qaeda, yang hidup dan tinggal di sebuah kompleks perumahan di Abbottabad pada 2011, sebelum ditemukan dan ditembak mati pasukan khusus AS.

    Pejabat di kantor Provinsi Khyber Pakhtunkhwa mengatakan pemerintah akan membangun kebun binatang, lapangan golf mini, arena panjat tebing, dan sebuah klub paragliding di kota ini. Biaya yang diperlukan sekitar US$ 30 juta atau setara dengan Rp 29 milyar dan diperkirakan selesai dalam  waktu lima tahun.

    "Pada tahap pertama, pembangunan taman hiburan kota menempati lahan seluas 20 hektar, tetapi selanjutnya akan dikembangkan hingga 200 hektar," kata Syed Shah, Menteri Pariwisata dan Olahraga Khyber Pakhtunkhwa, kepada kantor berita AFP.

    Kompleks tempat tinggal Bin Laden di Abbottabad sekarang ini telah rata dengan tanah dan taman hiburan baru yang akan dibangun tidak menempati lahan kompleks rumah Bin Laden. Lahan di bekas kediaman Bin Laden akan dijadikan unit perumahan pegawai pemerintah. "Proyek (pembangunan) ini tidak ada kaitannya dengan Osama bin Laden," kata Shah. Dia menambahkan, "Kami bekerja demi mempromosikan pariwisata dan fasilitas bermain."

    Abbottabad terletak di kaki Bukit Himalaya sekitar 120 kilometer sebelah utara Islamabad. Kota ini merupakan garnisun militer Pakistan sebelum terjadi penyergapan atas pemimpin Al-Qaeda pada 2011.

    Kematian Bin Laden oleh pasukan komando khusus Amerika Serikat menimbulkan ketegangan hubungan antara Amerika Serikat dengan Pakistan. Sebab, negara adidaya itu dianggap melanggar wilayah negara dengan melakukan serangan tanpa seizin Pakistan.

    BBC | CHOIRUL 

    Berita Internasional Terpopuler:
    Wanita Prancis Pernah Diharamkan Pakai Celana

    Mengintip 'Gereja' Kaum Atheis di London 

    Diancam Diperkosa, Grup Rock Batal Manggung

    Ahmadinejad Siap Jadi Astronot Pertama Iran

    Presiden India Setuju Hukum Mati Pemerkosa


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Konflik Lahan Era SBY dan 4 Tahun Jokowi Versi KPA

    Konsorsium Pembaruan Agraria menyebutkan kasus konflik agraria dalam empat tahun era Jokowi jauh lebih banyak ketimbang sepuluh tahun era SBY.